BANDUNG – Saat sahur sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Menurut ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., kebiasaan ini bisa bikin pankreas dan ginjal kerja ekstra, bahkan memicu penumpukan lemak di tubuh.
“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” kata Rita seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (20/2).
Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang ini menjelaskan, anggapan bahwa makan karbo banyak saat sahur bikin tubuh lebih kuat ternyata nggak sepenuhnya benar. Justru, asupan karbo berlebih bisa bikin produksi hormon insulin melonjak.
Lonjakan insulin yang tinggi mendorong lebih banyak glukosa masuk ke dalam sel, yang akhirnya jadi cikal bakal penumpukan kalori dalam bentuk lemak tubuh.
Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga bikin ginjal kerja lebih berat. Ginjal harus menyaring darah dengan kadar glukosa tinggi, sehingga beban filtrasi meningkat. “Semakin tinggi dan semakin kental darah dengan glukosa, semakin berat beban ginjal melakukan filtrasi,” ujar Rita, yang meraih gelar Magister Gizi dan Kesehatan di Universitas Gadjah Mada.
Rita menambahkan, konsumsi karbo berlebihan saat sahur juga bisa bikin tubuh cepat lelah dan ngantuk setelah makan. Kondisi ini muncul karena metabolisme tubuh harus kerja keras dan kadar gula darah naik-turun.
Ketua konsultan menu Sea Games 2012 ini menyarankan masyarakat memilih karbohidrat kompleks secukupnya, plus memperbanyak sayur dan protein rendah lemak saat sahur. “Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” katanya.
Bagi yang lagi program diet, Rita menyarankan sumber karbo bisa dari buah seperti pisang atau umbi-umbian seperti kentang rebus dalam porsi terbatas. Dengan pola sahur seimbang, kebutuhan energi tetap terpenuhi tanpa bikin organ tubuh terbebani selama puasa. **