Urine Berbusa? Jangan Disepelekan, Bisa Jadi Alarm Ginjal Anda Bermasalah

GINJAL. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Ketua Umum PB Pernefri, Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, wanti-wanti banget soal pentingnya cek urine, terutama buat anak muda. Kenapa? Karena lewat pemeriksaan sederhana ini bisa ketahuan lebih awal kalau ada radang ginjal alias glomerulonefritis.

Dalam temu media di Jakarta, Rabu (11/3), Pringgodigdo bilang radang ginjal itu penyakit yang sering banget muncul di usia muda. Masalahnya, di awal biasanya enggak ada gejala sama sekali. Jadi satu-satunya cara tahu ya lewat tes urine.

“Yang di muda-muda udah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit ini peradangan ginjal, karena enggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena enggak ada gejala,” tutur Pringgodigdo.

Beliau menjelaskan, di urine bisa muncul sel darah merah (eritrosit) atau albumin yang seharusnya negatif. Salah satu tanda yang sering disepelekan adalah urine berbusa.

Kalau urine udah berbusa, itu bisa jadi sinyal ada kebocoran albumin dengan kadar tinggi.

“Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya,” kata dia.

Dokter lulusan Spesialis Penyakit Dalam Universitas Indonesia ini juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat plus rajin medical check-up biar ginjal tetap aman.

“Kalau enggak ada gejala ya paling enggak setahun sekali gitu diperiksa,” imbuhnya.

Selain itu, beliau mengingatkan generasi muda buat lebih aware sama pola makan. Konsumsi makanan manis berlebihan bisa bikin obesitas dan ujung-ujungnya diabetes, yang jadi pintu masuk penyakit ginjal.

“Itu harus dihindari. Misalnya mengonsumsi yang manis-manis kan kalorinya tinggi. Nanti secara tidak langsung bisa melalui diabetes juga bisa,” kata dia.

Makanan instan tinggi garam juga enggak kalah bahaya karena bisa memicu hipertensi. Kalau tekanan darah tinggi dibiarkan lama, risiko ginjal rusak makin besar.

Enggak cuma soal makanan, gaya hidup mager alias sedentary juga jadi faktor risiko.

“Sekarang ke mana-mana yang deket harus naik motor padahal kan bisa jalan kaki. Jalan itu kan membantu membakar kalori,” imbuhnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu