BANDUNG – Suasana penuh kehangatan terasa di Istana Plaza, Selasa 10 Maret 2026. Tim Penggerak PKK Kecamatan Cicendo menggelar Kajian Spesial Ramadan 1447 Hijriah lewat program Gerbang Cidendo (Gerakan Ramadan Berkah Cicendo).
Acara ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, kader PKK, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga warga. Selain jadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat semangat berbagi di bulan suci.
Tak hanya kajian keagamaan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Cicendo.
Ketua TP PKK Cicendo, Ani Yuliani, menyebut program Gerbang Cidendo lahir dari semangat kebersamaan warga untuk menebar kebaikan di bulan Ramadan. “Program ini sudah berjalan dua tahun. Kami ingin menghadirkan Ramadan yang tidak hanya dipenuhi ibadah, tetapi juga dipenuhi kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga,” ujarnya.
Ani juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga donatur melalui program CSR. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi inilah yang membuat kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cicendo, Deni Santosa, yang mewakili Camat Cicendo, menegaskan Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Menurut Deni, lewat Gerbang Cidendo, pemerintah bersama masyarakat berusaha membangun gerakan sosial berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor usaha. “Program ini menjadi wujud nyata bagaimana pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bisa bersinergi dalam menghadirkan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 30 anak yatim dari seluruh kelurahan di Cicendo menerima santunan sebagai bentuk kepedulian bersama di bulan penuh berkah ini.
Anggota DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi kekompakan warga Cicendo. Ia menilai masyarakat di wilayah ini punya semangat gotong royong yang kuat.
Siti mengingatkan bahwa Ramadan, terutama sepuluh hari terakhir, adalah momen istimewa untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperluas kepedulian sosial. “Ramadan mengajarkan kita untuk tidak hanya memperbaiki diri secara spiritual, tetapi juga memperkuat empati dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program di Cicendo tak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat. “Keberhasilan pembangunan tidak mungkin tercapai hanya oleh pemerintah saja. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan kemajuan bersama,” katanya.
Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Yayah Sumiyati, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, TP PKK Cicendo berhasil menggerakkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial warga.
Yayah menilai kegiatan ini menunjukkan sinergi positif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, khususnya sektor perhotelan yang ikut berkontribusi lewat program CSR. “Kegiatan ini menjadi contoh baik bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan selama Ramadan,” ujarnya.
Acara Kajian Spesial Ramadan ini ditutup dengan tausiyah dari Ustaz Ruslan Abdul Gani. Ia mengajak peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. **