Cicaheum Beralih Fungsi, Terminal Leuwipanjang Jadi Pusat Bus Antarkota

TERMINAL Lauwipanjang siap menjadi terminal utama. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Terminal Leuwipanjang Bandung tengah bersiap menghadapi perubahan besar. Seluruh operasional bus antarkota yang sebelumnya berjalan di Terminal Cicaheum akan dipindahkan ke Leuwipanjang. Dampaknya, jumlah penumpang diperkirakan melonjak hingga 12 ribu orang per hari, terutama saat musim liburan.

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah perbaikan fasilitas untuk mendukung transisi ini. Mulai dari penambahan toilet, shower, loker, hingga pembangunan lounge khusus oleh beberapa Perusahaan Otobus (PO) besar.

“Penumpang tidak hanya membutuhkan transportasi yang lancar, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang termasuk ruang tunggu yang laik. Karena itu, sejumlah PO sudah mulai membangun lounge khusus agar penumpang dan kru mereka bisa beristirahat dengan lebih nyaman,” kata Asep di Bandung, Sabtu (28/3).

Menurut Asep, kebijakan satu pintu operasional ini merupakan konsekuensi dari perubahan fungsi Terminal Cicaheum. Nantinya, Cicaheum akan difokuskan sebagai depo sekaligus pusat layanan Bus Rapid Transit (BRT) setelah masa angkutan Lebaran 2026 berakhir.

Sejumlah PO besar seperti Budiman, Sugeng Rahayu, Sinar Jaya, Gunung Harta, Eka Mira, hingga Primajasa sudah mulai memusatkan aktivitas mereka di Leuwipanjang. Bahkan, beberapa di antaranya telah membuka perwakilan dan lounge di kawasan terminal.

Asep menambahkan, dengan meningkatnya konsentrasi penumpang, pihaknya mendorong digitalisasi layanan tiket agar proses pembelian lebih praktis dan mengurangi antrean panjang. Hal ini dianggap penting untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di musim liburan.

Selain itu, jalur keberangkatan dan area parkir bus juga akan ditata ulang. Tujuannya agar arus keluar-masuk kendaraan tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan di sekitar terminal.

Meski modernisasi terus dilakukan, Asep memastikan aktivitas ekonomi warga sekitar tidak akan terganggu.

“Kami ingin memastikan bahwa peralihan ini tidak merugikan pedagang. Akses yang melewati area pedagang tetap dipertahankan agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan,” tutur Asep.

Dengan langkah integrasi ini, Terminal Leuwipanjang diproyeksikan menjadi pusat utama bus antarkota di Bandung. Sebagai ibu kota Jawa Barat, terminal ini diharapkan mampu memberikan standar kenyamanan lebih tinggi bagi para pemudik dan penumpang reguler. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu