BANDUNG – Menjelang Idul Fitri 2026, tren busana Lebaran diprediksi bakal penuh warna hangat dan lembut. Mulai dari nuansa mahogani yang elegan sampai butter yellow yang cerah, semuanya jadi inspirasi modest fashion tahun ini. Busana sopan, baik untuk perempuan berhijab maupun tidak, tetap mengutamakan kenyamanan agar pas dipakai saat silaturahmi.
Tradisi berburu baju Lebaran memang nggak pernah hilang. Biasanya, dua pekan sebelum hari raya, pusat perbelanjaan sudah ramai dengan koleksi terbaru yang mengikuti tren fesyen terkini.
Tahun ini, tren modest fashion diprediksi akan banyak mengusung warna lembut dan potongan busana yang nyaman dipakai sepanjang hari raya.
Salah satu tren yang menonjol adalah warna elegan seperti mahogani, stone grey, dan monokrom hitam-putih. Warna klasik ini tetap jadi favorit karena mudah dipadupadankan dengan berbagai model busana.
Selain itu, detail minimalis juga diperkirakan jadi pilihan. Aksen sederhana seperti bordir halus, bunga kecil, atau tekstur kain unik bisa bikin tampilan tetap artistik tanpa terlihat berlebihan.
Citra Kirana, aktris sekaligus model yang akrab disapa Ciki, menilai busana Lebaran harus tetap nyaman dipakai tapi nggak kehilangan gaya. Menurutnya, desain feminin dengan motif bunga lembut masih jadi favorit.
“Sebenarnya aku lebih suka baju-baju yang enak aku pakai dan aku lihat dan warnanya tidak terlalu mencolok, menyesuaikan selera pasar, termasuk memberi aksen bunga sebagai ciri khas,” kata Citra Kirana.
Sementara itu, influencer Antik Arifani memilih warna butter yellow untuk Lebaran bersama keluarganya. Warna ini menurutnya lagi tren karena cerah tapi tetap kalem dan elegan, cocok untuk semua usia.
“Aku sudah mempersiapkan baju model loose untuk anak-anak dengan warna yang kalem yang bisa serasi dengan butter yellow, juga dilengkapi dengan flat shoes,” kata Antik kepada ANTARA.
Busana keluarga atau sarimbit juga masih jadi tren. Model loose dengan warna senada antara orang tua dan anak menghadirkan kesan kompak saat Lebaran.
Abaya dan dress panjang dengan siluet oversize ikut memperkuat tren modest wear tahun ini. Potongan longgar bikin nyaman saat silaturahmi, sementara detail bordir, gradasi warna, atau aksen rok tutu menambah sentuhan elegan.
Suasana Ramadhan makin terasa di Senayan City dengan instalasi artistik bertajuk The Sacred Ascent di Main Atrium lantai 1 yang hadir hingga 4 April 2026.
Ramadhan kali ini di Senayan City tampil megah dengan estetika arsitektur Islam monumental. Instalasi besar ini menghadirkan pola geometris kontemporer dan detail tradisi Islam yang memukau.
“The Sacred Ascent merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan karya seni instalatif yang membangun suasana reflektif, hangat, dan penuh kebersamaan,” kata Halina, Leasing and Marketing Communication Director Senayan City.
Instalasi ini menampilkan struktur bertingkat, siluet lengkung monumental, serta permainan cahaya yang menciptakan ambience Ramadhan khidmat sekaligus modern.
Selain fesyen, Senayan City juga menghadirkan pertunjukan seni seperti El-Tanoura Dance, Darbuca Percussion, Ramadhan Rhapsody, hingga Bedug Live yang digelar 7 Maret–4 April 2026 di Main Atrium.
Pertunjukan ini makin memperkuat nuansa Ramadhan yang megah sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung dengan perpaduan seni, budaya, dan spiritualitas. **