Tips Membuat Nasi Jaha, Kuliner Tradisional Maluku Utara untuk Berbuka Puasa

Nasi Jaha, kuliner tadisional Maluku Utara. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Nasi jaha adalah kuliner khas Ternate, Maluku Utara, yang punya cita rasa unik. Hidangan ini dibuat dari campuran beras ketan, beras putih, jahe, santan, daun jeruk, pandan, dan serei. Semua bahan dibungkus dengan daun pisang muda, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu sebelum dibakar, sehingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.

Awalnya nasi jaha hanya dikenal sebagai makanan sehari-hari dan dijual di pasar tradisional. Namun, seiring waktu, nasi jaha berkembang menjadi makanan pokok masyarakat Ternate sekaligus populer di kalangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Cita rasa gurih berpadu dengan cara memasak yang unik membuat nasi jaha semakin diminati.

Lebih dari sekadar makanan, nasi jaha kini juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat lokal. Hidangan ini kerap hadir dalam acara adat seperti pesta, pernikahan, hingga ritual tradisional. Tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun ini menjadikan nasi jaha simbol budaya Ternate yang dikenal luas dan terus dilestarikan. Saat ini nasi jaha sudah menjadi Kekayaan Intelektual (KI) Komunal.

Terarik membuat nasi jaha yang gurih dan lezat? Berikut tips membuat nasi jaha yang sangat mudah diikuti.

Bahan:
– 700 gr beras ketan
– 100 gr beras
– 10 lembar daun pandan, iris-iris
– 10 batang serai bagian putih, iris-iris
– 50 ml air
– 350 ml santan dari 1½ butir kelapa
-Daun pisang muda untuk membungkus
– Bambu perling/cetakan lotong dari aluminium ukuran 20 cm diameter 6 cm

Bumbu halus:
– 6 cm jahe
– 125 gr bawang merah
– 2½ sdt garam
2 sdt gula pasir

Cara masak:
1. Cuci bersih ketan dan beras jadi satu, lalu kukus setengah matang (± 20 menit). Angkat, pindahkan ke dalam panci, sisihkan.

2. Tumbuk daun pandan dan serai sampai halus, campurkan air. Peras cairannya, masukkan ke dalam santan, lalu tambahkan bumbu halus, aduk. Jerangkan di atas api hingga mendidih, angkat.

3. Tuangkan ke dalam panci ketan, aduk-aduk di atas api kecil sampai santan terserap oleh ketan. Angkat, kukus dalam dandang selama 30 menit sampai matang.

4. Bagi ketan menjadi 3 – 4 bagian. Bungkus setiap bagian dengan daun pisang, bentuk bulat panjang bergaris tengah ± 5 cm. Sematkan kedua ujungnya, masukkan ke dalam bambu atau cetakan lontong.

5. Panggang dalam oven selama 30 menit, balik-balikkan agar matangnya rata, angkat, dinginkan. Keluarkan nasi jaha dari bambu/cetakannya. Potong-potong beserta daunnya ukuran 5 – 6 cm.

Nasi jaha siap dinikmati. **

 

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu