Lebaran Aman dan Sehat: Puasa Syawal Jadi Solusi Detoks

HIDANGAN Lebaran umumnya tinggi lemak. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Lebaran identik dengan makan enak dan kumpul keluarga, tapi hati-hati, pola makan yang berantakan bisa bikin tubuh “protes”. Dokter Spesialis Penyakit Dalam mitra Halodoc, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM, ngingetin masyarakat supaya tetap jaga pola konsumsi saat dan setelah Lebaran biar nggak kena sembelit, diare, atau gula darah melonjak.

“Untuk menghindari sembelit harus diimbangi dengan sayuran dan buah. Serat penting supaya tidak terjadi gangguan buang air besar,” kata dr. Waluyo dalam Halodoc Talks bertajuk Transitioning Safely: Managing Ramadan Health Risks During Eid Festivities di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, gangguan pencernaan sering muncul karena pola makan berubah drastis dari Ramadhan ke Idul Fitri. Biasanya konsumsi makanan berlemak naik, sementara serat malah berkurang.

Dokter lulusan UGM ini menekankan pentingnya komposisi makanan seimbang. Sayur dan buah tetap harus ada di piring, meski lagi tergoda sama opor, rendang, atau kue Lebaran.

Selain komposisi, porsi juga harus dikontrol. Ia mencontohkan kerupuk yang sering dianggap “ringan” padahal tetap mengandung karbohidrat. “Sudah makan nasi, lalu tambah kerupuk. Itu tetap tambahan karbohidrat. Kalau tidak dihitung kalorinya, gula darah pasti naik,” ujarnya.

Waluyo menegaskan, nggak perlu anti makanan tertentu, termasuk kerupuk. Yang penting jangan berlebihan. “Kalau mau makan satu tidak apa-apa. Tapi jangan sampai dua atau tiga berlebihan. Semua boleh dimakan asal terukur,” kata dr. Waluyo.

Ia juga mengingatkan kapasitas lambung terbatas. Idealnya, sepertiga diisi makanan, sepertiga cairan, dan sepertiga udara. Kalau penuh makanan, risiko begah dan gula darah naik makin besar.

Selain itu, ia menyoroti manfaat puasa buat metabolisme. Puasa 8–12 jam bikin tubuh otomatis detoks dan “refresh”. “Setelah 12 jam, tubuh seperti mengalami proses penyegaran kembali,” ujarnya.

Puasa Syawal pun bisa jadi cara buat menyeimbangkan metabolisme setelah pesta makan Lebaran. “Puasa Syawal bisa membantu mendetoks kembali apa yang kita makan saat Lebaran,” kata dia.

Meski begitu, kuncinya tetap kesadaran diri. Jangan kalap saat silaturahmi. “Jangan karena ditawari tambah lalu tidak enak menolak. Cukup secukupnya. Itu yang penting,” ujar dr. Waluyo. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu