HIMPSI: Pendidikan Seks Bisa Dimulai Sejak Usia 3 Tahun

SEJAK dini, anak perlu diberi pemahaman tentang seks. (Foto/IST)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Usia dini ternyata sudah bisa jadi momen penting untuk mulai mengenalkan pendidikan seks. Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menilai anak berusia 3–4 tahun sudah tepat diberikan edukasi tentang tubuh dan batasan diri dengan bahasa sederhana sesuai tahap perkembangan mereka.

Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh, Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menjelaskan, “Edukasi sudah bisa dimulai sejak usia dini kurang lebih 3-4 tahun, tentunya dengan bahasa yang sangat sederhana dan sesuai tahap perkembangan anak,” saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (2/2).

Ia menekankan bahwa fokus anak di usia tersebut bukan pada hubungan seksual, melainkan pengenalan tubuh, relasi sehat, dan rasa aman. Pendidikan seks di tahap ini berfungsi sebagai perlindungan diri dari kekerasan.

Materi bisa disesuaikan dengan usia. Misalnya, anak usia 3–5 tahun diajarkan nama-nama bagian tubuh dengan ejaan yang benar. Orang tua juga perlu menyebut area pribadi dengan jelas, seperti alat kelamin dan payudara, sambil menekankan bahwa bagian tersebut tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa alasan medis dan pendampingan orang tua.

Devi menambahkan, anak sebaiknya diberi pemahaman tentang perbedaan sentuhan yang baik, membingungkan, dan tidak nyaman agar lebih mudah mengenali situasi berisiko. “Jangan lupa untuk ajarkan mengenai hak anak untuk berkata tidak dan melapor pada orang dewasa yang terpercaya,” ujarnya.

Pada usia 6–9 tahun, pendidikan seks bisa dilanjutkan dengan pemahaman lebih jelas tentang batasan tubuh dan privasi. Anak diajarkan untuk mencatat siapa saja orang dewasa yang bisa dimintai pertolongan jika mengalami pelecehan atau kekerasan seksual.

Mereka juga perlu memahami risiko berinteraksi dengan orang asing maupun orang yang dikenal. Orang tua diharapkan mulai mengenalkan dasar perubahan tubuh menjelang pubertas.

Memasuki usia pra-remaja (10 tahun ke atas), Devi menekankan pentingnya anak memahami perubahan fisik dan emosional saat pubertas.

“Terkait hal ini anak-anak pun perlu diajarkan mengenai konsep relasi sehat, rasa hormat, dan persetujuan (consent), serta risiko kekerasan seksual, perundungan, serta keamanan di dunia digital,” tambahnya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu