Masyarakat Diimbau Waspada Campak Saat Silaturahmi Lebaran

ILUSTRASI campak. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit campak saat bersilaturahmi di momen Idul Fitri.

“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).

Ani menegaskan, meski belum ada temuan kasus campak di Jakarta, penyakit ini sudah muncul di beberapa wilayah sekitar ibu kota. Karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya yang memiliki anak kecil, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya,” ujarnya.

Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K), menambahkan bahwa campak belum hilang karena imunisasi anak yang tidak lengkap. Ia mengaku hampir setiap pekan menangani pasien anak yang harus masuk ruang intensif (PICU) akibat campak.

Menurutnya, kondisi ini membuktikan campak bisa dicegah dengan vaksin. Ia mengingatkan orang tua agar melengkapi imunisasi anak-anak mereka. Anak yang belum terpapar berbagai virus atau bakteri harus dikenalkan dengan vaksin supaya antibodinya terbentuk.

Imunisasi campak rubela diberikan dalam tiga dosis: saat anak berusia 9 bulan, lalu dosis penguat di usia 18 bulan, dan terakhir saat anak berusia 6–7 tahun.

Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus campak sempat meningkat di beberapa daerah pada 2025, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. WHO juga menekankan pentingnya vaksinasi campak rubela sebagai bagian dari program imunisasi dasar untuk mencegah wabah. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu