Kenali Fibrilasi Atrium: Gangguan Irama Jantung yang Bisa Picu Stroke

ILUSTRASI jantung. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Fibrilasi atrium (AFib) adalah jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang paling sering terjadi. Kondisi ini membuat detak jantung di ruang atas (atrium) menjadi tidak teratur, sehingga aliran darah ke ruang bawah (ventrikel) tidak berjalan normal.

Akibatnya, darah bisa menggumpal dan meningkatkan risiko stroke. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jutaan orang di dunia hidup dengan AFib, dan jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Menariknya, tidak semua orang dengan AFib merasakan gejala. Bahkan banyak kasus yang silent alias tanpa keluhan. Namun, beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

  • Detak jantung cepat, berdebar, atau tidak teratur.
  • Mudah lelah atau lemas.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Pusing atau merasa hampir pingsan.

Karena gejalanya bisa samar, AFib sering baru terdeteksi setelah terjadi komplikasi serius seperti stroke.

AFib meningkatkan risiko stroke sekitar lima kali lipat dibanding orang tanpa kondisi ini. Stroke akibat AFib biasanya lebih berat, dengan risiko kematian dan kecacatan jangka panjang yang lebih tinggi. Selain stroke, AFib juga bisa memicu gagal jantung jika tidak ditangani dengan baik.

 

Cara mencegah

Pencegahan AFib berfokus pada menjaga kesehatan jantung dan mengurangi faktor risiko. Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh CDC dan Mayo Clinic antara lain:

  • Kontrol tekanan darah: hipertensi adalah salah satu pemicu utama AFib.
  • Jaga berat badan sehat: obesitas meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Kurangi konsumsi alkohol dan kafein berlebihan.
  • Berhenti merokok.
  • Rutin olahraga: aktivitas fisik sedang membantu menjaga kesehatan jantung.
  • Kelola penyakit penyerta: seperti diabetes, penyakit tiroid, atau sleep apnea.
  • Skrining dini: pemeriksaan denyut nadi sederhana atau EKG bisa membantu deteksi lebih awal.

Fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung yang sering tidak disadari, tapi punya dampak besar karena bisa memicu stroke berat. Mengenali gejalanya, memahami risikonya, dan melakukan pencegahan sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu