JAKARTA – Jakarta lagi-lagi diselimuti cuaca super terik. Pemerintah Provinsi DKI pun mengingatkan warga agar lebih hati-hati supaya tidak mengalami dehidrasi atau gangguan kesehatan lain akibat paparan panas yang cukup ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
“Jadi, memang perkiraan BMKG, pada satu, dua, tiga hari ini cuaca cukup panas, termasuk hari ini,” kata Gubernur DKI Pramono Anung kepada wartawan di Pure Segera Jakarta Utara, Minggu.
Pramono menekankan, warga tidak perlu panik. Ia meminta masyarakat tetap tenang dengan menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dimiliki Dinas Kesehatan DKI.
“Jadi, untuk warga di Jakarta tak perlu khawatir,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa cuaca panas bisa berdampak langsung pada tubuh. Risiko yang mungkin muncul antara lain dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heatstroke).
“Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit,” ucap Ani.
Ani menambahkan, kelompok rentan seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia lebih berisiko terkena dampak buruk dari cuaca panas.
Untuk mencegah hal itu, ia menyarankan masyarakat banyak minum air putih dan mengurangi konsumsi minuman berkafein atau tinggi garam seperti kopi dan teh.
Selain itu, warga juga diimbau memakai topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari aktivitas fisik berat di siang hari, terutama bagi kelompok rentan.
Jika berada di dalam ruangan, penggunaan pendingin udara (AC) atau kipas angin bisa membantu menjaga suhu tetap nyaman agar tubuh tidak terlalu terpapar panas. **