PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mengimbau masyarakat yang mudik agar mewaspadai suhu udara tinggi di jalur mudik wilayah Sumatera Selatan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Unit Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, di Palembang, Jumat (13/3), menyampaikan bahwa cuaca di Sumsel secara umum diprakirakan cerah berawan selama sepekan ke depan sehingga relatif mendukung perjalanan mudik.
“Secara umum kondisi cuaca cukup kondusif bagi masyarakat yang akan melakukan mudik, namun perlu mewaspadai suhu udara yang cukup panas pada siang hari karena potensi hujan cenderung menurun dalam tujuh hingga 10 hari ke depan,” katanya.
Ia menjelaskan, suhu maksimum di dataran rendah seperti Kota Palembang berkisar 33–34 derajat Celsius. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara, khususnya pemudik yang sedang berpuasa.
Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung, serta menjaga stamina saat beraktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan perubahan cuaca mendadak di sejumlah wilayah.
Perbedaan suhu yang ekstrem antara panas terik dan hujan berpotensi memicu angin kencang serta petir di jalur perjalanan.
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi angin kencang yang biasanya terjadi menjelang turunnya hujan. Perbedaan suhu udara yang cukup kontras dapat memicu timbulnya petir serta peningkatan kecepatan angin secara mendadak,” katanya.
Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal di wilayah Sumsel bagian selatan, seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, OKU Timur, Lahat, dan Muara Enim.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama pemudik, untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi selama perjalanan. **