Campak Bukan Flu Biasa, Bisa Picu Komplikasi Berat

SEORANG BALITA mendapat vaksin campak. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

SERPONG – Komplikasi serius akibat campak pada anak jadi sorotan besar di Indonesia. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, kasus campak bukan cuma bikin gejala ringan, tapi bisa berujung pada masalah berat seperti pneumonia, dehidrasi parah, bahkan radang otak.

“Campak sering dianggap sebagai penyakit biasa, padahal dalam beberapa kondisi penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius bahkan berisiko menyebabkan kematian, terutama pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi atau memiliki daya tahan tubuh yang rendah,” kata dr. Venty, Sp.A, CIMI, dokter spesialis anak di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Rabu (18/3).

Campak sendiri adalah penyakit infeksi virus yang super menular lewat droplet saat penderita batuk atau bersin. Virus ini bahkan bisa bertahan di udara dan menempel di permukaan benda, bikin risiko penularan makin besar kalau belum terlindungi vaksin.

Gejala awalnya sering mirip flu: demam tinggi, batuk, pilek, mata merah berair. Ada tanda khas berupa bercak koplik di dalam mulut, lalu muncul ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Yang bikin ngeri adalah komplikasi yang bisa muncul. Mulai dari infeksi telinga, diare berat, pneumonia, sampai ensefalitis alias radang otak yang bisa berakibat fatal.

Untuk saat ini, penanganan campak masih sebatas suportif dan simptomatik. Belum ada antivirus khusus, jadi perawatan fokus pada istirahat, nutrisi, cairan, plus vitamin A untuk menekan risiko komplikasi.

Kalau sudah masuk kategori berat, pasien harus ditangani di fasilitas kesehatan. Terutama bayi di bawah enam bulan dan anak dengan imun lemah.

Cara paling ampuh mencegah campak tetap vaksinasi sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mulai usia sembilan bulan sampai sekolah dasar. Ditambah gaya hidup bersih dan sehat.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, bilang pihaknya punya layanan komprehensif untuk diagnosis dan penanganan penyakit infeksi anak. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan imunisasi supaya dampak serius campak bisa dicegah.

Dengan kasus yang terus naik, orang tua diminta lebih waspada. Kalau anak menunjukkan gejala mencurigakan, segera dibawa ke fasilitas kesehatan agar tidak berkembang jadi kondisi berat.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat sepanjang 2025 ada 63.769 kasus suspek campak, 11.094 kasus terkonfirmasi, dan 69 kematian. Hingga minggu ke-7 tahun 2026, sudah ada 8.224 kasus suspek, 572 terkonfirmasi, serta empat kematian.

Selain itu, tercatat 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Angka ini menunjukkan campak masih jadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu