BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa keinginan masyarakat untuk kembali menikmati Kebun Binatang Bandung saat libur Lebaran belum bisa terwujud. Ia menegaskan, hingga kini izin operasional belum keluar.
Farhan pun meminta maaf kepada warga Bandung atas belum beroperasinya Kebun Binatang Bandung. Hal ini terjadi karena Kementerian Kehutanan mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) yang selama ini mengelola kebun binatang tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Farhan ketika menghadiri safari Ramadan ke-21 di Masjid Agung Bandung, Kamis (12/3). “Mudah-mudahan dalam waktu dekat permasalahan ini bisa diselesaikan sehingga Kebun Binatang Bandung dapat kembali beroperasi,” ujarnya.
Ia berharap masalah perizinan bisa segera tuntas agar destinasi wisata keluarga itu kembali dibuka untuk masyarakat luas. Selain itu, Farhan juga mengumumkan bahwa sejumlah tempat hiburan di Kota Bandung akan berhenti beroperasi sementara selama satu minggu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar setelah libur Lebaran, tempat hiburan bisa berjalan lebih tertib dan memberikan pelayanan yang lebih baik. “Kami harapkan setelah masa libur Lebaran nanti, tempat-tempat hiburan tersebut bisa kembali beroperasi dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Farhan menyampaikan apresiasi kepada jajaran kewilayahan dan masyarakat yang mendukung program Pemkot Bandung. Ia mengakui masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki dalam masa kerjanya.
Meski begitu, ia menilai berbagai persoalan di Kota Bandung dapat ditangani dengan komunikasi dan kerja sama dengan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat. “Saya banyak melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, karena banyak isu di Kota Bandung yang berkaitan dengan kebijakan di tingkat nasional. Alhamdulillah berbagai persoalan bisa kita tangani dengan baik,” katanya.
Farhan juga berterima kasih kepada jajaran kewilayahan, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW yang selalu mendukung program pemerintah kota. Ia menegaskan, sejumlah program yang dijalankan Pemkot Bandung merupakan hasil masukan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi.
“Banyak program yang kita jalankan bukan sepenuhnya berasal dari ide saya pribadi. Banyak masukan dari masyarakat melalui berbagai media dan dalam waktu yang relatif singkat beberapa di antaranya sudah bisa kita adopsi dan kembangkan,” ujarnya.
Farhan menambahkan, meski masih ada kelemahan dalam pelaksanaan program pembangunan, Pemkot Bandung akan terus melakukan perbaikan secara bertahap. “Tentu masih ada kelemahan dan kekurangan. Namun insyaallah kita akan terus memperbaikinya bersama,” tambahnya. **