BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akhirnya menetapkan pengelola baru untuk Kebun Binatang Bandung. Setelah melalui proses seleksi terbuka dan transparan, Pemkot menunjuk PT Fauna Land Ancol sebagai pihak yang akan mengelola Bandung Zoo. Keputusan ini diumumkan sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan fungsi kebun binatang yang sudah lama menjadi ikon wisata sekaligus pusat konservasi di Kota Bandung.
Penunjukan pengelola baru ini dianggap penting karena Bandung Zoo bukan hanya sekadar tempat rekreasi, melainkan juga lembaga konservasi, sarana edukasi lingkungan, serta ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan sosial bagi warga Bandung. Dengan adanya pengelola baru, diharapkan kebun binatang ini bisa kembali berfungsi optimal dan memberikan manfaat lebih luas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi yang telah bekerja secara profesional. Ia juga berterima kasih kepada Kementerian Kehutanan RI atas dukungan dan pendampingan yang terus diberikan selama proses penataan pengelolaan berlangsung.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi yang telah bekerja secara profesional dan penuh kehati-hatian. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Kehutanan yang terus memberikan dukungan dan pendampingan sehingga proses ini dapat berjalan dengan baik dan tetap menempatkan fungsi konservasi sebagai prioritas utama,” kata Farhan, Rabu 10 Juni 2026.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung menempatkan konservasi, kesejahteraan satwa, dan kepentingan publik sebagai pertimbangan utama dalam proses seleksi pengelola.
“Bagi Pemkot Bandung, keberhasilan pengelolaan Bandung Zoo tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kualitas konservasi, kesejahteraan satwa, kualitas edukasi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu kami berharap pengelola baru dapat menghadirkan standar pengelolaan yang semakin baik dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Dengan adanya pengelola baru, masa transisi akan segera dimulai. Fokus utama dalam masa ini adalah revitalisasi kawasan, penguatan fungsi konservasi, peningkatan kesejahteraan satwa, serta persiapan pembukaan kembali Bandung Zoo untuk masyarakat.
Pemkot Bandung memastikan kerja sama ini akan memberikan manfaat jangka panjang. Selain memperkuat fungsi konservasi dan pelayanan publik, pengelola baru berkomitmen melakukan revitalisasi kawasan, pengembangan fasilitas, serta investasi yang mendukung keberlanjutan operasional Bandung Zoo di masa depan.
Proses seleksi yang dilakukan juga menghasilkan nilai kerja sama yang optimal bagi Pemkot Bandung sebagai pemilik aset. Hal ini sekaligus memastikan adanya dukungan investasi yang diperlukan untuk mengembalikan kualitas kawasan, memperkuat fungsi konservasi, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Hal yang paling penting bagi kami adalah hadirnya kepastian masa depan Bandung Zoo. Kami ingin melihat kawasan ini kembali hidup, satwanya semakin sejahtera, fungsi konservasinya semakin kuat dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat Kota Bandung.”
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung akan terus mengawal proses transisi agar berjalan sesuai ketentuan. Ia menegaskan seluruh komitmen terhadap konservasi, kesejahteraan satwa, pelayanan publik, dan pemanfaatan aset daerah harus diwujudkan secara nyata.
Penetapan pengelola baru ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung untuk memastikan aset publik dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi.