Esmaeil Khatib, Tokoh Sentral Keamanan Iran

Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib tewas dalam serangan Israel ke Tehera. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

TEHERAN – Esmaeil Khatib, sosok penting dalam jajaran keamanan Iran, tewas dalam serangan udara Israel di Teheran pada 18 Maret 2026. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menyebut Khatib gugur bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Kehilangan ini menjadi pukulan besar bagi Iran, mengingat Khatib adalah tokoh sentral dalam menjaga stabilitas keamanan negara.

Lahir di Qaen, Khorasan Selatan, Esmail Khatib yang berusia 65 tahun adalah seorang ulama dan politikus Iran. Ia menjabat sebagai Menteri Intelijen Iran dari Agustus 2021 hingga pembunuhannya.

Ia mempelajari ilmu hukum Islam di Qom, kota suci Iran. Khatib menyandang gelar Hujjat al-Islam, yang berarti “bukti Islam” atau “otoritas tentang Islam.”

Sebelum menduduki posisi Menteru Intelijen, Khatib dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia intelijen dan keamanan. Ia pernah menjabat sebagai kepala Pusat Perlindungan Informasi Kehakiman dan kepala Keamanan Astan Quds Razavi.

Juga pernah bekerja di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta terlibat dalam berbagai lembaga keamanan strategis. Perannya sangat vital dalam mengawasi operasi intelijen domestik maupun regional, terutama menghadapi ancaman dari Israel dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Presiden Pezeshkian menyebut serangan Israel itu juga menewaskan Sekretaris Dewan Keamanan Iran Ali Larijani dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.

“Pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan terkasih saya, Esmaeil Khatib, (Sekretaris Dewan Keamanan Iran) Ali Larijani dan (Menteri Pertahanan) Aziz Nasirzadeh serta sejumlah anggota keluarga mereka dan orang-orang yang menyertai mereka, membuat kami berduka,” kata Pezeshkian.

Israel melalui Menteri Pertahanannya, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memang ditujukan kepada pejabat tinggi Iran. Kematian Khatib dan Larijani kemudian dikonfirmasi oleh kantor resmi masing-masing.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam. “Tentu saja, pembalasan keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi mereka, menumpahkan darah para martir dari tanah suci Iran,” ujarnya.

Kehilangan Khatib bukan hanya soal kehilangan seorang pejabat, tetapi juga hilangnya figur yang selama ini menjadi benteng intelijen Iran. Pengamat menilai, serangan ini akan memperburuk ketegangan antara Iran dan Israel, serta berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas.

Kini, Iran berduka sekaligus bersiap menghadapi babak baru dalam konflik panjang dengan Israel. Sosok Esmaeil Khatib akan dikenang sebagai salah satu tokoh penting yang mengabdikan hidupnya untuk keamanan negara, meski akhirnya gugur dalam serangan yang mengguncang Teheran.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu