JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mempercepat langkah penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC), terutama di wilayah Jawa Barat yang masih mencatat angka kasus cukup tinggi.
Menurut Wiyagus, penanganan TBC termasuk dalam urusan pemerintahan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, ia menekankan agar Pemda memberikan perhatian serius dengan dukungan perencanaan dan penganggaran yang lebih kuat.
“Tuberculosis ini salah satu ya boleh dikatakan endemik yang memang harus mendapat perhatian khusus,” kata Wiyagus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3).
Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Ia menegaskan pentingnya keterbukaan data kasus TBC agar strategi penanganan bisa dirumuskan secara tepat. Pemda diminta tidak menutupi kondisi sebenarnya meskipun jumlah kasus cukup besar.
“Kita jangan malu untuk mengekspos data yang sesungguhnya sekalipun itu besar dari segi angka, justru di sinilah nanti kita akan menentukan strategi yang tepat penanganannya,” katanya.
Selain itu, Wiyagus menekankan perlunya kerja sama dari tingkat kabupaten hingga desa. Menurutnya, peran camat, kepala desa, dan kader masyarakat sangat penting untuk menjangkau warga secara langsung dalam upaya percepatan eliminasi TBC.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan TBC harus memperhatikan faktor risiko seperti kepadatan hunian, ventilasi rumah yang buruk, kondisi ekonomi masyarakat, hingga sanitasi yang tidak layak.
Karena itu, ia menilai upaya pemberantasan TBC membutuhkan kerja sama lintas sektor serta dukungan dari berbagai pihak agar hasilnya lebih maksimal.
“Penanganan TBC yang terintegrasi diharapkan dapat menekan angka kasus sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari penguatan sumber daya nasional,” ujarnya. **