BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya mendorong pertumbuhan daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan, pemerintah tidak berperan sebagai pelaku usaha, melainkan memastikan ekosistem kreatif berkembang dengan sehat dan matang.
“Kami harus memberikan kesempatan seluas-luasnya termasuk akses terhadap venture capital kepada para pelaku ekonomi kreatif,” ujar Farhan.
Ia menyadari, jumlah pelaku kreatif di Bandung sangat besar sehingga persaingan semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, pemerintah berkewajiban menciptakan sistem kompetisi yang adil dan sehat.
Farhan menilai kehadiran ruang-ruang kreatif menjadi tanda positif. Salah satu contohnya adalah Pasar Kosambi yang kini tumbuh sebagai rujukan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Selain itu, kawasan seperti Jalan Trunojoyo dan sejumlah ruang kreatif lainnya turut memperkuat ekosistem kolaboratif di Kota Bandung.
Menurut Farhan, pemerintah berperan membuka akses pembiayaan, mempertemukan pelaku dengan investor, serta menjaga regulasi agar tidak menghambat inovasi.
Ia juga menekankan pentingnya data dan efisiensi dalam membangun sektor ini agar kebijakan yang dibuat tepat sasaran.
Farhan optimistis, dengan ekosistem yang sehat, ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan Bandung sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas.
“Terpenting adalah persaingan yang seimbang dan kesempatan yang sama,” katanya. **