Satgas Saber Pangan Turun ke Pasar Kosambi Bandung, Harga Tetap Terkendali

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kanan) bersama Satgas Pangan Jawa Barat meninjau stok dan harga daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung.
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan pangan sekaligus daya beli masyarakat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa daging sapi menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari menjelang Lebaran. Karena itu, pemerintah terus melakukan pemantauan agar harga tetap terkendali.

“Untuk itu, Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat turun meninjau ke Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat,” kata Ketut, Minggu (15/3).

Ketut menjelaskan, inspeksi dilakukan pada Sabtu (14/3), karena sebelumnya sempat beredar kabar harga daging sapi mencapai Rp160.000 per kilogram.

“Namun fakta yang ditemukan ternyata pedagang daging sapi di Pasar Kosambi masih menjual sesuai HAP tingkat konsumen,” ujarnya.

Ia menambahkan, daging sapi yang dijual dengan harga lebih tinggi biasanya merupakan daging premium tanpa lemak, sehingga tidak termasuk dalam ketentuan harga pemerintah.

Sedangkan daging sapi yang diatur dalam HAP adalah kualitas medium dengan sedikit lemak menempel. Harga acuan yang ditetapkan pemerintah berada di kisaran Rp140.000 per kilogram.

“Kondisi harga di sini relatif bagus. Kemudian stoknya relatif bagus. Pada kenyataannya, daging sapi yang dijual oleh pedagang adalah daging sapi yang premium. Tapi masih ada juga daging sapi yang dijual sesuai HAP yaitu Rp130.000 sampai Rp140.000. Nah, ini yang menjadi concern kita,” ujar Ketut.

Ia menuturkan, tim Satgas menemukan pedagang di Pasar Kosambi sering membersihkan lemak pada daging sapi untuk memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan daging lebih bersih.

Meski begitu, masyarakat tetap bisa membeli daging sapi kualitas standar dengan harga sesuai aturan pemerintah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, menegaskan hasil pemeriksaan menunjukkan harga daging sapi di Pasar Kosambi masih sesuai ketentuan, terutama untuk potongan paha depan dan paha belakang.

Ia menjelaskan, sebagian pedagang memang melakukan pembersihan gajih sehingga menghasilkan daging lebih bersih dan dianggap setara kualitas premium.

Namun, pedagang tetap menyediakan daging kualitas standar dengan harga Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Jadi ada permintaan masyarakat di situ, istilahnya itu daging premium. Hanya masalah treatment. Gajihnya dihilangkan, lebih dibersihkan, lebih dipilihkan, dan sebagainya. Nah, ini tentunya menjadi hal yang berbeda,” kata Kombes Wirdhanto menjelaskan.

Satgas Saber Pangan Jawa Barat juga memberikan imbauan kepada pedagang agar tetap menjual sesuai harga acuan pemerintah.

“Tujuannya jelas agar masyarakat sebagai konsumen dapat merayakan Idul Fitri lebih tenang dan nyaman tanpa terbebani harga pangan pokok yang berfluktuasi,” kata Kombes Wirdhanto. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu