JAKARTA – Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mencatat lonjakan besar jumlah penumpang. Total 442.111.779 orang menggunakan layanan KAI, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus peran penting transportasi berbasis rel dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan, “Sepanjang 2025, total layanan angkutan perkotaan KAI Group melayani 442.111.779 pengguna, meningkat dibandingkan 406.024.854 pengguna pada 2024, atau bertambah sekitar 36.086.925 pengguna,” dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/2).
Menurut Anne, tren ini sejalan dengan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kawasan metropolitan masih didominasi penduduk usia produktif dengan intensitas perjalanan harian tinggi menuju pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Sebagai transportasi berbasis rel, KAI Group kini menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat, mulai dari perjalanan kerja, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga konektivitas menuju bandara dan kawasan aglomerasi. “Wilayah Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, Surabaya, Medan, hingga Palembang tercatat sebagai kawasan dengan arus komuter terbesar, sehingga membutuhkan transportasi publik berkapasitas besar dan terjadwal,” ujarnya.
Kontribusi terbesar datang dari layanan KAI Commuter yang sepanjang 2025 melayani 400.737.915 pengguna, naik dari 374.484.307 pada 2024. Di Jabodetabek, Commuter Line melayani 349.311.251 pengguna, mencerminkan tingginya mobilitas harian masyarakat.
Di Jawa Barat, Commuter Line Area II Bandung melayani 18.727.643 pengguna, menopang mobilitas Bandung Raya. Di Jawa Timur, Commuter Line Area VIII Surabaya mencatat 16.020.323 pengguna, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.
Di Yogyakarta, Commuter Line Area VI melayani 9.015.768 pengguna, sementara KA Prameks di koridor Yogyakarta–Solo melayani 1.113.023 pengguna. Di Banten, Commuter Line Rangkasbitung–Merak melayani 4.463.446 pengguna. Untuk konektivitas bandara, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 2.346.934 pengguna.
Selain itu, LRT Jabodebek melayani 28.816.787 pengguna sepanjang 2025, naik dari 21.055.870 pada 2024. Layanan ini memperkuat konektivitas Bekasi, Depok, dan Jakarta Timur dengan pusat bisnis di Jakarta.
Di Yogyakarta, kereta bandara menuju YIA melayani 2.865.729 pengguna, meningkat dari 2.730.791 pada 2024. “Layanan ini terdiri dari skema PSO yang melayani masyarakat dengan tarif terjangkau serta layanan komersial YIA Xpress yang melayani perjalanan langsung dengan waktu tempuh lebih singkat,” jelas Anne.
KA BIAS yang menghubungkan Solo Raya dan Yogyakarta dengan Bandara YIA melayani 769.490 pengguna, melonjak dari 192.187 pada 2024. Di Medan, KA Srilelawangsa melayani 4.115.680 pengguna, naik dari 3.085.294 pada 2024.
Sementara itu, LRT Sumatera Selatan di Palembang melayani 4.626.481 pengguna, meningkat dari 4.350.217 pada 2024. Di Jawa Tengah, KA Batara Kresna yang menghubungkan Solo–Wonogiri melayani 179.697 pengguna, naik dari 126.188 pada 2024. **