JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang aman di tengah lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan, pihaknya meninjau dua lokasi penting di Jakarta, yakni fasilitas produksi PT Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) di Jakarta Utara dan pusat ritel Lotte Grosir Pasar Rebo di Jakarta Timur.
“Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan mutu pangan di tengah lonjakan permintaan masyarakat yang diprediksi meningkat tajam hingga 400 persen selama momentum Ramadhan dan Lebaran,” katanya.
Secara nasional, pengawasan pangan tahun 2026 sudah masuk tahap ketiga. BPOM memeriksa 1.134 sarana peredaran, meningkat 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 56.027 produk pangan bermasalah, mulai dari kadaluwarsa, rusak, hingga tanpa izin edar. Angka ini naik 83 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di Jakarta sendiri, dari 18 sarana yang diperiksa, sembilan di antaranya terbukti bermasalah dengan temuan dominan berupa makanan ringan ilegal. Selain itu, BPOM juga menguji 222 sampel takjil di ibu kota.
“BPOM menemukan 10 sampel (4,5 persen) terbukti mengandung bahan berbahaya berupa rodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu,” katanya.
Taruna menegaskan, pengawasan standar keamanan pangan sangat penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pengawasan tidak hanya lewat pemeriksaan, tetapi juga melalui kerja sama dengan industri.
“Dengan keterbukaan dan komitmen perbaikan berkelanjutan, kita membangun kepercayaan konsumen sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat,” katanya saat meninjau Holland Bakery.
Di lokasi tersebut, BPOM memantau penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) melalui sistem monitoring corrective action and preventive action (CAPA).
Selain itu, BPOM juga melakukan pemeriksaan di Lotte Grosir Pasar Rebo untuk memastikan penerapan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).
Dalam inspeksi, ditemukan gudang penyimpanan beku yang kelebihan kapasitas. Taruna mengingatkan pengelola agar segera memperbaiki kondisi tersebut.
“Tadi kami cek izin edar produk, label, dan kemasannya, termasuk juga tanggal kedaluwarsanya. Kemudian, gudang dingin yang overload juga berisiko menyebabkan suhu ruangan meningkat sehingga pangan yang disimpan di dalamnya potensial untuk rusak lebih cepat. Jangan karena motif ekonomi dan ingin cuci gudang, pelaku usaha mengabaikan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah BPOM. Ia menilai kolaborasi ini penting karena warga Jakarta membutuhkan kepastian pangan yang sehat.
“Pengawasan langsung ini memberikan keyakinan kepada warga agar tidak khawatir mengonsumsi pangan selama Ramadhan dan Idulfitri. Kami pastikan pedagang yang melanggar akan diberikan pembinaan dan produk berbahaya segera dimusnahkan,” kata Uus Kuswanto.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo. Ia menegaskan siap bekerja sama untuk menjamin keamanan pangan di ibu kota.
Dalam kunjungan ke Lotte Grosir, Elisabeth berdialog dengan konsumen dan memberikan edukasi tentang slogan “Cek KLIK”, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa.
Ia menekankan pentingnya masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan selalu memeriksa produk sebelum dibeli. Bahkan, ia mempraktikkan cara mengecek keamanan produk lewat pemindaian barcode aplikasi BPOM. **