TAPSEL – Posko dapur umum di Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menjadi tumpuan 220 kepala keluarga pengungsi banjir bandang untuk santap sahur.
Penjaga posko dapur umum, Resdi Nasution, Kamis (19/2), menyampaikan bahwa dapur umum mulai memasak sejak pukul 03.00 WIB khusus untuk para pengungsi.
Pada sahur perdana, dapur umum menyediakan nasi, lauk berupa mie instan, serta air hangat bagi penyintas bencana. “Sekarang kami menyediakan nasi, sama mie instan, karena yang ada hanya itu,” katanya.
Menurut Resdi, sebagian besar pengungsi sudah memiliki lauk tambahan berupa daging sapi pemberian yang dimasak sehari sebelumnya, sehingga dapur umum hanya menyiapkan mie instan sebagai pelengkap.
Ia menuturkan bahwa aktivitas dapur umum kali ini tidak sepadat hari pertama bencana, sebab banyak pengungsi sudah memiliki penanak nasi sendiri di lokasi pengungsian.
“Kami tetap menyediakan nasi dan lauknya, karena ada juga yang masih bergantung di dapur umum,” ujarnya.
Resdi menambahkan, dapur umum ditugaskan melayani kebutuhan makan bagi 220 kepala keluarga yang tersebar di tiga titik pengungsian, yakni tenda biru, tenda putih, dan bengkel milik warga.
Sebelumnya, sejumlah pengungsi banjir bandang di Tapanuli Selatan menjalani sahur perdana Ramadhan 1447 Hijriah di tenda darurat bersama keluarga mereka.
Dikutip dari ANTARA, Kamis (19/2) dini hari, para pengungsi tampak mendatangi dapur umum di Posko Bencana Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, untuk mengambil nasi dan lauk yang disediakan.
Mereka membawa wadah masing-masing untuk menampung makanan sahur dari dapur umum. Selain itu, sebagian pengungsi dari Desa Huta Godang dan Garoga, Kecamatan Batang Toru, memilih memasak sendiri di tenda darurat mereka. **