Volume Sampah Lebaran di Bandung Capai 208 Ton, Kini Berangsur Normal

WALI Kota Bandung, H.M. Farhan meninjau penanganan sampah di Pasar Kosambi. (Foto/Humas Pemkot Bandung)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Lonjakan sampah di Kota Bandung saat Idulfitri 1447 Hijriah mencatat angka cukup besar. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung melaporkan, pada malam takbiran volume sampah mencapai 438 meter kubik atau sekitar 208 ton, naik 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan peningkatan ini merupakan pola rutin yang selalu terjadi setiap Ramadan hingga Lebaran. Namun, ia memastikan kondisi pengelolaan sampah kini sudah mulai kembali normal.

“Pasca Idulfitri hingga H+2, pengangkutan sampah sudah kembali berjalan normal setelah TPA Sarimukti dibuka kembali. Sebelumnya sempat terhenti saat hari H dan H+1 karena libur,” ujarnya pada Selasa (31/3).

Akibat libur tersebut, sempat terjadi penumpukan di sejumlah TPS. DLH kini fokus membersihkan titik-titik yang mengalami overload, seperti TPS Binong, TPS Kebon Binatang di Jalan Tamansari, dan TPS Kosambi. Untuk mempercepat penanganan, pembersihan dilakukan dengan bantuan alat berat.

Data DLH juga menunjukkan adanya perbedaan tren volume sampah di tiap wilayah. Di Bojonegoro, jumlah sampah turun dari 77 meter kubik pada 2025 menjadi 60 meter kubik di 2026. Penurunan juga terjadi di Cibinjing dari 127 meter kubik menjadi 112 meter kubik, serta Ujungberung dari 51 meter kubik menjadi 42 meter kubik.

Sebaliknya, beberapa wilayah justru mengalami kenaikan. Karees naik dari 58 meter kubik menjadi 78 meter kubik, Kordoba dari 8 meter kubik menjadi 16 meter kubik, dan Tegalega dari 107 meter kubik menjadi 130 meter kubik.

Untuk mengantisipasi lonjakan, DLH menurunkan 2.266 personel dan 423 armada di 263 titik pantau selama H-1 hingga H+2 Lebaran. Pada H-1, ada 926 personel dengan 127 armada di 66 titik.

Baca Juga:

Saat hari H, jumlahnya berkurang menjadi 200 personel dan 47 armada di 17 titik. Memasuki H+1, kembali diturunkan 445 personel dengan 115 armada di 108 titik. Sedangkan pada H+2, 695 personel dan 134 armada disiagakan di 72 titik.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menuturkan strategi operasional juga diperkuat dengan perubahan jadwal kerja petugas penyapu jalan.

“Penyapuan sekarang dimulai sejak pukul 04.00 pagi, sehingga pukul 06.00 jalanan Kota Bandung sudah bersih saat masyarakat mulai beraktivitas,” jelasnya.

Selain itu, program pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat di tingkat RW dan kelurahan mulai menunjukkan hasil positif.

Program tersebut mampu menekan jumlah sampah yang harus diangkut ke TPS maupun TPA. Hingga kini, kondisi kebersihan Kota Bandung masih terkendali.

Tumpukan sampah yang sempat meningkat akibat libur operasional TPA tengah dibersihkan secara bertahap.

DLH juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari rumah. Prinsip reduce, reuse, recycle (3R), pemilahan sampah, serta pengolahan organik di tingkat rumah tangga disebut menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah ke depan.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, penanganan sampah pasca Lebaran diharapkan bisa segera pulih sepenuhnya dan tetap terkendali. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu