JAKARTA – Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, kasih wejangan penting buat para pemudik. Katanya, jangan asal berangkat tanpa servis kendaraan dulu. Minimal, lakukan servis 1–2 minggu sebelum mudik Lebaran biar perjalanan aman dan nyaman.
“Waktu paling aman servis kendaraan adalah minimal sekitar satu minggu sebelum berangkat, paling ideal di rentang 1–2 minggu, supaya bengkel masih punya waktu menemukan masalah, mengganti part, dan kita masih sempat mencoba kendaraan lagi setelah servis,” kata Yannes seperti dikutip dari ANTARA, Senin (2/3).
Menurut Yannes, hal-hal dasar soal keselamatan harus jadi prioritas. Contohnya tekanan angin ban, kondisi tapak, benjolan, retakan, sampai ban cadangan. Jangan lupa cek lampu, wiper, dan cairan penting di mobil.
“Ban kurang tekanan angin dapat mempercepat keausan, meningkatkan risiko gagal ban, dan menurunkan efisiensi bahan bakar atau energi,” ujarnya.
Untuk mobil bermesin pembakaran internal (ICE), pemilik wajib cek oli mesin, coolant radiator, minyak rem, plus kondisi selang dan belt. Kalau oli udah gelap, kental, atau mendekati masa ganti, jangan ditunda.
Gejala kayak rem kurang pakem, setir terasa aneh, aki melemah, atau AC nggak dingin juga jadi tanda kalau servis harus dilakukan lebih cepat dari jadwal ideal.
Nah, buat pemilik mobil listrik (EV), perhatian ekstra ada di aki 12V, kabel dan port charging, plus rencana isi daya di rute perjalanan. Bisa pakai aplikasi kayak Google Maps, PLN Mobile, atau Voltron buat navigasi charging station.
Untuk perjalanan jauh, Yannes nyaranin isi daya baterai 80–100 persen sebelum berangkat.
“Khusus mobil EV, servis juga jangan mepet jika ada peringatan pada aki 12V, software penting diperbarui jika ada peringatan tersebut, segera lakukan servis jika ada gangguan charging, atau performa pengisian terasa tidak normal, karena isu seperti ini butuh waktu diagnosis dan bisa langsung memengaruhi kenyamanan perjalanan jauh kita,” imbuhnya.
Intinya, servis tepat waktu bukan cuma bikin mudik lebih nyaman, tapi juga bisa minimalkan risiko kecelakaan di jalan.
Persiapan lebih awal kasih ruang buat pemilik kendaraan memastikan semua sistem berfungsi optimal sebelum menempuh perjalanan panjang. **