HONGKONG – Lenovo bikin gebrakan baru di dunia sepak bola. Mereka ngenalin AI Stabilizer buat kamera wasit alias RefCam di Piala Dunia 2026. Teknologi ini bikin gambar jadi lebih stabil meski wasit lari ke sana-sini di lapangan.
Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu, cerita kalau inovasi ini muncul karena siaran langsung sebelumnya sering terganggu gerakan kamera. “Cerita di balik kemitraan dengan FIFA ini adalah ketika kami pertama kali meluncurkan RefCam pada tahun 2025. Perangkat ini tidak berfungsi dengan baik untuk siaran,” ujar Art Hu dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa (9/3).
RefCam sebenarnya udah dipakai di Piala Dunia Antarklub 2025. Meski disambut positif, kualitas gambar masih kurang oke karena wasit bergerak intens. Art Hu bilang, sepak bola itu penuh gerakan cepat, lari, dan putaran, jadi butuh teknologi yang bisa ngikutin ritme permainan.
Itulah alasan Lenovo dan FIFA ngembangin AI Stabilizer. Teknologi ini langsung memperbaiki kualitas visual secara real-time. “Fitur ini menggabungkan teknologi AI terbaru, yang sejalan dengan cara FIFA mengembangkan permainan. Ini bukan hanya teknologi, tetapi sebenarnya membantu memajukan sepak bola,” tegas Art Hu.
Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, menambahkan kalau RefCam bukan cuma buat hiburan siaran, tapi juga edukasi. “Ini mungkin menunjukkan kompleksitas tugas seorang wasit. Seberapa cepat permainan berlangsung, di mana mereka harus berada, selalu pada waktu yang tepat, pada saat yang tepat, mampu menjadi bagian dari permainan,” ujar Romy Gai.
Romy bilang, FIFA menyebut wasit sebagai tim pertama karena mereka yang menentukan kualitas pertandingan. Dengan AI Stabilizer, siaran jadi lebih smooth dan penggemar bisa lebih menikmati aksi di lapangan.
Selain itu, RefCam yang distabilkan AI juga diharapkan bikin publik lebih respect sama kerja keras wasit. FIFA pun berencana terus pakai teknologi ini di berbagai turnamen. Setelah debut di Piala Dunia Antarklub, RefCam AI Stabilizer bakal hadir di Piala Dunia Pria 2026 dan lanjut ke Piala Dunia Wanita musim panas mendatang. “Kami ingin menerapkannya semaksimal mungkin karena hasilnya sangat menarik. Ini merupakan tambahan yang baik untuk kualitas siaran, dan dengan demikian menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk lebih menikmati siaran,” kata Romy. **