JAKARTA – Publik masih hangat membicarakan sosok Vidi Aldiano. Bukan cuma karena karya musiknya, tapi juga karena kepribadiannya yang penuh kasih. Teman-temannya bahkan menjulukinya sebagai Duta Persahabatan karena sikap empati dan kepeduliannya yang begitu tulus. Setelah kepergiannya, aura hangat itu makin terasa dan jadi bahan renungan banyak orang.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi UI, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, bilang kalau karakter seperti Vidi sebenarnya bisa dibentuk sejak kecil. Caranya lewat konsep “tangki kasih sayang” dan pola asuh yang bikin anak merasa aman secara emosional.
“Anak yang demikian (dengan tangki kasih sayang penuh) akan cenderung lebih percaya diri, berfikir positif terhadap orang lain, dan lebih mampu menunjukkan empati serta kepedulian,” ujar Vera di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (10/3).
Menurut Vera, tangki kasih sayang anak bisa terus terisi lewat perhatian, waktu bersama, sentuhan, dan kata-kata penuh penerimaan. Kalau itu dilakukan konsisten, anak akan merasa aman secara emosional dan tumbuh jadi pribadi yang hangat.
“Karakter anak yang hangat dan peduli biasanya tumbuh dari lingkungan yang memberikan rasa aman secara emosional. Anak yang merasa diterima, dihargai, dan dicintai apa adanya akan lebih mudah mengembangkan empati terhadap orang lain,” Vera menjelaskan.
Anak yang terbiasa diperlakukan dengan empati, lanjut Vera, akan menularkan sikap empatik itu ke orang lain. Jadi bukan cuma soal dukungan materi, orangtua juga harus hadir secara emosional—mau mendengarkan dan memahami perasaan anak.
Tantangannya, kata Vera, ada di rutinitas orangtua yang super padat. Kadang, tangki kasih sayang anak jadi gampang kosong kalau nggak dijaga dengan baik.
Makanya, Vera menyarankan orangtua untuk menyediakan waktu berkualitas minimal 10-15 menit setiap hari. Nggak perlu lama, yang penting konsisten dan fokus.
“Memberi perhatian penuh dan mendengarkan saat anak berbicara, tanpa distraksi gadget, memberikan sentuhan hangat seperti pelukan atau tepukan di bahu, kemudian menyampaikan apresiasi dan kata-kata positif kepada anak,” kata Vera.
Kalau pendekatan ini dilakukan, anak bisa tumbuh jadi pribadi yang hangat, peduli, dan penuh empati. Sama seperti Vidi Aldiano, yang meninggalkan warisan kehangatan dan kasih sayang untuk banyak orang.