JAKARTA – Mudik Lebaran memang seru, tapi jangan sampai perjalanan panjang bikin badan drop. Dokter spesialis penyakit dalam, Waluyo Dwi Cahyono, ngasih wejangan penting buat para pemudik yang nyetir sendiri.
“Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat,” kata dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD- KEMD, FINASIM dalam acara Halodoc Talks bertajuk “Transitioning Safely: Managing Ramadan Health Risks During Eid Festivities” di Jakarta, Selasa (10/3).
Selain istirahat, dokter Waluyo juga wanti-wanti soal pola makan. Katanya, jangan sampai kalap makan berlebihan di perjalanan.
“Jangan memaksakan diri, dan konsumsi makanan yang terukur juga,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu.
Buat pemudik yang punya penyakit kronis kayak diabetes, disiplin minum obat tetap wajib meski lagi di jalan.
“Kalau dia mengkonsumsi obat, walaupun di dalam perjalanan, obat tetap harus dikonsumsi,” katanya.
Ia juga mengingatkan, pasien diabetes harus tetap makan sesuai jadwal supaya nggak kena masalah gula darah.
“Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia,” katanya.
Menurut dokter Waluyo, semua jenis makanan sebenarnya boleh aja dikonsumsi penderita diabetes, asal porsinya sesuai kebutuhan kalori masing-masing.
Intinya, pola makan dan istirahat harus dijaga biar tubuh tetap fit selama perjalanan mudik.
Pesannya jelas, kalau badan udah capek jangan dipaksa lanjut nyetir. Lebih baik berhenti dulu, istirahat, baru lanjut lagi. **