Separator Exit Tol Soroja Picu Kemacetan, DPUTR Sebut Demi Keselamatan

Separator atau pembatas jalan Terusan exit Tol Soreang–Pasirkoja (Soroja) dianggap sebagai penyebab kemacetan. (Foto: Buamata.id)
750 x 100 AD PLACEMENT

SOREANG – Pembangunan separator di jalur Terusan exit Tol Soreang–Pasirkoja (Soroja) belakangan ramai diperbincangkan. Banyak pengguna jalan mengeluhkan kemacetan yang kerap terjadi, terutama saat jam sibuk.

Pantauan Tribun di lapangan, separator sudah terpasang di jalur menuju Gerbang Tol Soroja. Sementara jalur dari arah sebaliknya masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi ini membuat arus kendaraan di jalur lambat sering tersendat.

Situasi semakin padat karena masih ada kendaraan yang parkir di badan jalan. Ditambah lagi, deretan kafe dan tempat makan di sepanjang jalur membuat lalu lintas semakin sempit.

Menanggapi hal tersebut, PPTK Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Agung Priatna, menegaskan pembangunan separator dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.

“Kalau kita lihat historisnya, di kawasan itu sering terjadi kecelakaan dan banyak parkir liar. Maka kami buat jalur lambat untuk mengamankan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara, pejalan kaki, maupun penyeberang,” kata Agung.

Ia menambahkan, separator juga berfungsi menata kelayakan jalan agar tidak lagi digunakan untuk aktivitas berjualan maupun parkir liar.

“Intinya untuk keamanan dan kenyamanan. Jalan harus tertata dan sesuai fungsinya,” tegasnya.

Agung menjelaskan, separator dibangun sepanjang 1,5 kilometer, terbagi dua arah: menuju akses Tol Soroja dan ke kawasan Al-Fathu. Jalur lambat memiliki lebar 4 meter, sedangkan jalur cepat 7 meter.

“Di jalur lambat ini truk tidak boleh masuk atau parkir. Ke depannya, kendaraan besar yang ingin beristirahat akan diarahkan ke kantong parkir, salah satunya di kawasan Dome,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan separator diharapkan bisa menekan praktik parkir liar. Para pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi didorong untuk menyediakan lahan parkir sendiri.

Agung mengakui ada pro dan kontra dari masyarakat maupun pelaku usaha. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek, Dishub, dan Satpol PP untuk pengawasan serta penertiban.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dishub untuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas ke depannya,” tambahnya.

pembangunan separator akses Tol Soroja dimulai Desember 2025. Jalur sisi sebaliknya direncanakan berlanjut pada 2026. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu