Sejarah Panjang Jalan Braga, Dari Pedatiweg hingga Ikon Wisata Kota Bandung

JALAN Braga yang ikonik dan legendaris menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bandung. (Foto: Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Siapa yang tak kenal Jalan Braga? Hampir semua orang yang pernah ke Bandung pasti pernah mendengar atau bahkan menyusuri jalan legendaris ini.

Sejak dulu, Braga sudah jadi magnet wisata, mulai dari masa kolonial Belanda hingga sekarang, dikenal sebagai pusat hiburan, kuliner, dan sejarah.

Selain jadi ikon wisata, Jalan Braga juga menyimpan cerita panjang soal asal-usul namanya. Menariknya, ada beberapa versi sejarah yang berkembang hingga kini.

Dilansir dari Indonesia.go.id, setidaknya ada tiga versi asal-usul nama Braga. Pertama, ada yang menyebut berasal dari nama Theotila Braga (1834–1924), seorang penulis naskah drama.

Hal ini dikaitkan dengan keberadaan perkumpulan drama Belanda yang berdiri di kawasan tersebut pada 18 Juni 1882 oleh Peter Sijthot, Asisten Residen kala itu.

Versi kedua menyebut Braga diambil dari kata “Bragi”, nama dewa puisi dalam mitologi Jerman.

Sementara versi ketiga datang dari bahasa Sunda. Ahli sastra Sunda menyebut Braga berasal dari kata “Baraga” yang berarti jalan di tepi sungai. Hal ini sesuai dengan letak Braga yang berada di tepi Sungai Cikapundung.

Ada pula catatan sejarah lain yang menyebut Braga dulunya hanyalah jalan pedati berlumpur. Saat itu, jalan ini dikenal dengan nama Karrenweg atau Pedatiweg.

Jalan Karrenweg berfungsi menghubungkan gudang kopi milik Andreas de Wilde (kini Balai Kota Bandung) dengan Jalan Raya Pos, yang sekarang dikenal sebagai Jalan Asia Afrika.

Seiring perkembangan Kota Bandung di akhir abad ke-19, Jalan Braga pun berubah wajah. Dari jalan pedati sederhana, kini menjadi salah satu kawasan paling ikonik yang tak pernah sepi pengunjung.

Tak hanya sejarah, Braga juga terkenal dengan kulinernya. Ada Braga Permai, restoran legendaris sejak 1918 yang masih jadi primadona dengan menu klasik Eropa seperti steak dan pastry.

Lalu ada Warung Kopi Purnama, berdiri sejak 1930-an, yang terkenal dengan kopi tubruk dan roti selai srikaya. Jangan lupa juga deretan kafe modern seperti Two Hands Full dan Suga Rush yang jadi favorit anak muda untuk nongkrong sambil foto-foto. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu