JAKARTA – Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya menghadirkan pengalaman liburan yang aman dan menyenangkan bagi masyarakat saat Lebaran 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah mengeluarkan surat edaran khusus terkait penyelenggaraan kegiatan wisata pada masa Idul Fitri 1447 H/2026 M. Surat tersebut ditujukan agar seluruh pihak yang terlibat bisa memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan.
“Surat edaran berisi imbauan kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan seluruh pihak untuk mempersiapkan destinasi pada periode Lebaran,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta seperti dkutip dari ANTARA, Minggu *15/3).
Widiyanti menjelaskan, surat edaran itu juga menekankan pentingnya penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan. Semua aturan tersebut mengacu pada standar usaha pariwisata berbasis risiko sesuai Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025.
Dalam arahan tersebut, pemerintah daerah diminta mendukung kelancaran kegiatan wisata, memastikan transportasi laik jalan, serta berkoordinasi dengan pengelola destinasi untuk menyediakan area istirahat bagi pengemudi.
Selain itu, pengelola tempat wisata juga diimbau mengikuti petunjuk teknis manajemen risiko agar destinasi lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Menteri Pariwisata menekankan, pengelola harus mampu mengidentifikasi lokasi wisata yang berpotensi rawan bencana. Mereka juga diminta menyiapkan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, rambu evakuasi, serta sarana mitigasi.
Widiyanti menyebutkan, hingga 27 Februari 2026, sebanyak 35 pemerintah provinsi sudah melaporkan Data Destinasi Wisata Rawan Bencana.
Data tersebut mencatat 4.748 daya tarik wisata, dengan rincian 327 destinasi berstatus rawan tinggi, 1.570 rawan sedang, 718 rawan rendah, dan 2.133 destinasi belum teridentifikasi tingkat kerawanannya.
Menjelang libur Lebaran, pejabat Kementerian Pariwisata juga turun langsung meninjau sejumlah destinasi. Tujuannya untuk memastikan pengelola sudah menyiapkan fasilitas dan layanan yang memadai menghadapi lonjakan wisatawan. **