LOMBOK – Suasana Ramadhan di Lombok Tengah terasa berbeda berkat hadirnya Pasar Tematik Bilebante. Warga setempat maupun wisatawan kini punya pilihan menarik untuk berburu takjil dan kuliner tradisional dengan nuansa khas desa wisata.
“Selama Ramadhan, kami buka lapak mulai pukul 15.00 WITA hingga menjelang magrib,” kata Sumarni, penjual bubur sumsum di Pasar Tematik Bilebante, Lombok Tengah, NTB, Rabu (4/3).
Dikutip dari Antara, pasar ini berdiri di bangunan khusus yang diapit hamparan sawah. Lokasi strategis di tepi persawahan membuat pengunjung bisa menikmati pemandangan indah, terutama saat senja tiba.
Untuk berbelanja, pengunjung wajib menukarkan uang rupiah dengan mata uang khusus berbentuk koin kayu bernama kepeng. Koin ini menjadi alat pembayaran resmi di kawasan pasar.
Belasan unit bangunan berukuran empat meter persegi disediakan bagi pelaku UMKM menjajakan makanan dan minuman. Di bagian depan, berdiri sebuah mushola besar yang berdekatan dengan area parkir.
Menu berbuka puasa yang ditawarkan pun beragam, mulai dari serabi lak-lak, bubur sumsum, pecel, jamu tradisional, bakso rumput laut, ayam rangkat, hingga sambal belut dan sate jamur.
Harga makanan dan minuman relatif terjangkau, mulai Rp3.000 hingga Rp15.000. Inilah yang membuat pasar ini jadi favorit warga untuk menikmati sajian berbuka tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Salah seorang pengunjung, Hafidz (14 tahun), mengaku sering datang ke Pasar Tematik Bilebante untuk membeli takjil. “Hari ini cuma dikasih Rp10.000 oleh orang tua. Kami sudah belanjakan untuk membeli jasuke (jagung, susu, keju) serta es kelapa muda,” ucap Hafidz yang berkunjung bersama adiknya tersebut.
Keberadaan pasar ini semakin memperkuat citra Desa Bilebante yang sebelumnya meraih penghargaan sebagai juara umum Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Awards 2025 berkat konsep pariwisata hijau.
Pasar Tematik Bilebante juga menegaskan peran desa wisata sebagai pusat ekonomi kreatif di Kabupaten Lombok Tengah.
Ketua Dekranasda NTB, Sintha Agathia, berharap pasar ini bisa menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi sekaligus destinasi wisata hijau. Ia mengajak masyarakat untuk meramaikan pasar dengan berbelanja di sana.
“Selama Ramadhan tidak perlu bingung memikirkan menu berbuka. Silahkan datang ke bazar Ramadhan Pasar Tematik Bilebante,” ucap Sintha. **