Psikolog: Aturan Gawai Remaja Bukan untuk Mengekang, Tapi Melatih Kebiasaan Sehat

ATURAN gawai membangun kebiasaan digital sehat pada remaja. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Remaja SMA memang sudah terlihat mandiri, tapi urusan gawai tetap perlu aturan yang jelas. Psikolog klinis Virginia Hanny M.Psi. menekankan bahwa pembatasan ponsel bukan untuk mengekang, melainkan membantu anak belajar mengatur kebiasaan digital secara sehat.

“Yang dibutuhkan bukan larangan total melainkan pendampingan dan pengaturan yang seimbang,” kata Virginia dikutip[ dari ANTARA, Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, secara biologis otak remaja masih berkembang sehingga butuh arahan orang dewasa untuk melatih kemampuan mengatur diri, menahan keinginan, dan mengambil keputusan matang. Larangan total justru bisa membuat anak tertinggal informasi, kesulitan beradaptasi, dan kurang terampil secara digital.

Virginia menekankan bahwa aturan harus masuk akal dan kolaboratif. Orang tua bisa menetapkan waktu bebas ponsel, misalnya saat makan bersama atau sebelum tidur, serta membedakan durasi penggunaan untuk sekolah dan hiburan dengan melibatkan anak dalam membuat aturan.

“Pendekatan seperti ini dapat membuat remaja lebih kooperatif dan lebih mau mematuhi aturan, daripada peraturan itu hanya datang dari kita sendiri dan kita hanya menginstruksikan anak untuk mengikutinya tanpa penjelasan,” ujarnya.

Agar komunikasi tetap terjaga, orang tua perlu transparan dan menghargai anak. Jelaskan alasan logis di balik aturan, dengarkan pendapat mereka, dan bangun kepercayaan tanpa terlalu mengontrol, seperti mengecek ponsel tanpa izin.

Penelitian menunjukkan pola asuh hangat namun tegas membuat remaja lebih terbuka, sehat secara emosional, dan bertanggung jawab.

Di sekolah, pembatasan ponsel juga bisa efektif jika diterapkan adil dan bukan sebagai hukuman. Misalnya, ponsel disimpan saat pelajaran tapi boleh digunakan saat istirahat untuk kebutuhan mendesak. Sekolah juga sebaiknya menyediakan aktivitas alternatif agar siswa tidak bosan.

Menciptakan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata akan membantu proses belajar lebih lancar sekaligus mendukung kesejahteraan emosional remaja. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu