Presiden Prabowo Janji Indonesia keluar BoP Jika Tak Bantu Palestina Merdeka

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Cholil Nafis. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menyatakan Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza apabila lembaga tersebut tidak mendukung cita-cita kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam acara silaturahmi dan dialog bersama lebih dari 160 ulama dan kiai di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Cholil Nafis, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa tujuan utama Indonesia bergabung dengan BoP adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Artinya, jika tujuan itu tidak tercapai, Indonesia siap mundur dari keanggotaan BoP.

“Soal BoP, beliau (Presiden, red.) bertekad (tujuannya) untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, Beliau siap mundur. Itu yang terbaru dari beliau. Beliau berkomitmen semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina,” kata Cholil Nafis menjawab pertanyaan wartawan setelah acara.

“Janjinya (Presiden), kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur. Beliau (Presiden, red.) berjanji yang dilakukannya (di BoP) untuk kemerdekaan Palestina, untuk kepentingan Palestina. Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, beliau mundur,” sambung Kiai Cholil.

Cholil menambahkan, dalam pertemuan tersebut tidak ada pembahasan yang mengaitkan masa depan BoP dengan serangan sepihak Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“BoP spesifik untuk Palestina,” kata Kiai Cholil.

Dalam kesempatan terpisah, Cholil menilai BoP sudah tidak efektif lagi sebagai wadah perjuangan untuk Palestina. Menurutnya, Indonesia lebih baik memperkuat peran melalui organisasi internasional lain seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kami melihatnya tidak efektif BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran baik, track record maupun sekarang yang memihak kepada perdamaian,” kata Kiai Cholil.

Sikap tegas Presiden Prabowo soal kemungkinan mundur dari BoP bukan kali pertama disampaikan. Sebelumnya, pada 3 Februari 2026, ia juga pernah menyampaikan hal serupa dalam pertemuan dengan para ulama di Istana.

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu