Presiden Masoud Pezeshkian dan Dua Tokoh Iran Pimpin Masa Transisi Usai Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

PRESIDEN Iran, Masoud Pezeshkian. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Pemerintah Iran resmi mengumumkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Yudisial Gholamhossein Mohseni Ejei, serta seorang anggota Dewan Garda akan memimpin masa transisi setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Sesuai konstitusi Iran, pengganti Khamenei harus dipilih oleh Majelis Ahli Kepemimpinan, lembaga yang juga pernah memilihnya dahulu.

Majelis ini beranggotakan 88 ulama yang secara formal dipilih rakyat setiap delapan tahun. Namun dalam praktiknya, hanya ulama yang dianggap paling loyal terhadap Republik Islam yang bisa mencalonkan diri. Karena itu, mayoritas anggota majelis saat ini berasal dari kalangan ulama garis keras seperti Ayatollah Khamenei.

Konstitusi Iran juga menegaskan bahwa majelis tersebut wajib segera menentukan Pemimpin Tertinggi yang baru. Khamenei sendiri dipilih pada hari yang sama ketika pendahulunya, Ruhollah Ayatollah Khomeini, wafat pada tahun 1989.

Meski begitu, menghimpun seluruh anggota majelis dengan cepat diperkirakan akan sulit dilakukan. Kondisi keamanan menjadi alasan utama, terlebih saat Iran sedang menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Untuk sementara, tugas-tugas Pemimpin Tertinggi dijalankan oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, serta seorang ulama anggota Dewan Garda yang memiliki pengaruh besar. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu