BANDUNG – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung terus menunjukkan tren positif. Setelah kembali dilayani maskapai Garuda Indonesia dan Citilink beberapa waktu lalu, kini Super Air Jet resmi mengoperasikan penerbangan dengan rute Medan-Bandung-Denpasar yang diharapkan semakin meningkatkan konektivitas udara Kota Bandung.
Penerbangan perdana tersebut diresmikan di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (18/9/2026). Peresmian itu disambut langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Farhan menilai hadirnya Super Air Jet menjadi indikasi pemulihan aktivitas penerbangan di Bandara Husein sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat konektivitas udara di Indonesia.
“Sebulan setelah inaugurasi penerbangan oleh Garuda dan Citilink, hari ini inaugurasi penerbangan oleh Super Air Jet di Bandara Husein. Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang,” ujar Farhan.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerbangan mulai berpengaruh terhadap pergerakan penumpang di Bandara Husein. Jika sebelumnya rata-rata jumlah penumpang sekitar seribu orang per hari, kini angkanya terus meningkat dan diperkirakan mendekati dua ribu penumpang per hari.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung bersama Lanud Husein Sastranegara dan Angkasa Pura terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur serta fasilitas pendukung agar operasional bandara berjalan semakin optimal.
“Kami bersama Lanud Husein dan Angkasa Pura berkomitmen melakukan berbagai perbaikan infrastruktur serta fasilitas yang diperlukan untuk mendukung perkembangan Bandara Husein,” katanya.
Selain itu, Farhan melihat peluang besar Bandung untuk berkembang sebagai kota transit penerbangan domestik. Letak Bandung yang strategis dinilai mampu menjadi penghubung perjalanan dari Sumatra menuju Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
“Bandung itu salah satu transit yang paling menyenangkan. Biayanya tidak mahal, prosesnya cepat karena bandaranya relatif kecil, sehingga sangat nyaman bagi penumpang,” tuturnya.
Ia mencontohkan penerbangan perdana Super Air Jet dari Medan yang mengangkut sekitar 170 penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 130 penumpang turun di Bandung, sedangkan sekitar 40 penumpang melanjutkan perjalanan ke Denpasar.
Menurut Farhan, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi Bandung sebagai hub transit yang dapat menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari hospitality, kuliner, perdagangan hingga pariwisata.
“Kalau transit, bisnis hospitality di sekitar bandara bisa bergerak. Kalau penumpang turun di Bandung, dampaknya lebih luas lagi untuk sektor wisata, perdagangan, manufaktur hingga pendidikan,” ujarnya.
Farhan menambahkan, sektor pendidikan juga menjadi salah satu alasan utama tingginya mobilitas masyarakat menuju Kota Bandung.
“Kita harus memberi ruang seluas-luasnya untuk tujuan pendidikan karena Bandung dikenal sebagai kota pendidikan,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah untuk mengembalikan aktivitas Bandara Husein seperti masa kejayaannya.
Pemkot Bandung menargetkan jumlah penumpang mencapai 3.000 orang per hari pada akhir 2026. Saat ini, jumlah penumpang masih berkisar antara 1.300 hingga 1.600 orang per hari.
“Kalau sudah 3.000 penumpang per hari, kita kembali ke kondisi tahun 2023. Sebelum pandemi Covid-19 bahkan pernah mencapai sekitar 9.000 penumpang per hari,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai pembenahan di kawasan sekitar bandara terus dilakukan. Setelah peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum (PJU), fokus berikutnya adalah penataan kabel udara serta peningkatan akses menuju bandara.
“Salah satu prioritas kami adalah menata kabel udara agar kawasan sekitar bandara lebih rapi. Selain itu, sedang dibahas bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas, pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein,” jelas Farhan.
Sementara itu, Direktur Utama Lion Air Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan pembukaan rute baru dari Bandung merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara.
“Hari ini menjadi hari bersejarah karena Bandung kembali diramaikan dengan penerbangan. Kami siap mendukung karena memiliki armada dan jaringan konektivitas yang cukup kuat,” ujar Daniel.
Pada tahap awal, Super Air Jet melayani rute Medan-Bandung-Denpasar setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.
Daniel mengungkapkan tingkat keterisian penumpang atau load factor pada penerbangan perdana mencapai lebih dari 90 persen, baik untuk rute Medan-Bandung maupun Bandung-Denpasar.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena itu kami akan terus mengembangkan jaringan penerbangan dari Bandung,” katanya.
Selain Medan dan Bali, Super Air Jet juga berencana membuka sejumlah rute baru menuju Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Pekanbaru dalam waktu dekat.
Menurut Daniel, Bandung memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata, pendidikan, kuliner, olahraga, hingga kesehatan sehingga potensi pengembangan penerbangan dari dan menuju Kota Kembang tersebut masih sangat besar.
Ia bahkan menyatakan kesiapan perusahaan apabila Bandara Husein kembali ditetapkan sebagai bandara internasional.
“Jika nanti Bandung dibuka kembali sebagai bandara internasional, kami siap melayani penerbangan internasional. Salah satu pasar yang sangat potensial adalah Kuala Lumpur,” ujarnya. **