Bandung yang dikenal sebagai ‘Kota Kembang’ tidak hanya menawarkan keindahan alam dan iklim sejuk, tetapi juga menjadi tempat berkembangnya banyak talenta kreatif. Ibu kota Jawa Barat ini memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan warisan budaya, yang diiringi dengan perkembangan budaya, kuliner, dan fesyen yang pesat. Ekonomi kreatif di Bandung tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan kota, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Menurut Humas Pemkot Bandung, terdapat 10 sektor potensial untuk investasi di kota yang dihuni lebih dari 2,5 juta penduduk ini. Sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa menempati tiga posisi teratas. Karakter produktif dan inovatif warga Bandung diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Setiap tahun, Pemkot Bandung berusaha mendukung masyarakat untuk berinovasi dalam ekonomi kreatif.
Ekonomi kreatif mengacu pada hubungan saling ketergantungan antara rantai nilai kreatif, pengembangan pasar, dan pengarsipan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Arief Syaifudin, menyatakan bahwa pelaku ekonomi kreatif memberikan dampak besar dalam perputaran ekonomi kota.
“Kreativitas warga Bandung terlihat dari berbagai event dan pameran kreatif yang beragam. Pertumbuhan ekonomi kreatif harus sejalan dengan pariwisata. Beragam kegiatan dapat menjadi langkah untuk pertumbuhan ekonomi kreatif,” kata Arief.
Dalam upaya mendukung potensi ekonomi sebagai penggerak ekonomi yang inklusif dan dinamis, Pemkot Bandung meluncurkan berbagai sistem informasi untuk memudahkan pelaku usaha ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 132 Tahun 2022 tentang Sistem Informasi Ekonomi Kreatif Kota Bandung, yang menjadi dasar regulasi bagi aplikasi-aplikasi pendukung ekonomi kreatif.
Salah satu aplikasi tersebut adalah Patron Aplikasi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan (Patrakomala), yang memetakan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bandung. Portal ini telah diuji coba sejak 2018 dan resmi diluncurkan pada masa pandemi 2021, menjadi solusi untuk menghimpun informasi dan data dari seluruh pelaku ekonomi kreatif di 17 subsektor ekonomi kreatif Kota Bandung.
Selain itu, aplikasi Sistem Informasi Kewirausahaan yang Terintegrasi (SIRKUIT) juga tersedia. Pengusaha UMKM dapat mendaftarkan produk mereka dan mendapatkan surat keterangan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Setelah terdaftar, pelaku usaha juga akan diberikan pendampingan marketing dan relasi.
“Pendaftaran HKI difasilitasi oleh Kemenkumham, namun kami memberikan fasilitas pembiayaan gratis untuk 200 UMKM,” ujar Arief. Proses ini dimulai dari kurasi pelaku usaha yang layak mendapatkan sertifikasi HKI.
Pemkot Bandung juga menyediakan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis, yang dapat diurus di Mall Pelayanan Publik Kota Bandung atau melalui Mobil Sakedap yang menjangkau hingga 30 kecamatan di Kota Bandung.
Sejak tahun 2022, data ribuan pengusaha ekonomi kreatif telah diperbarui dan kembali dibina. Salah satu strategi promosi ekonomi kreatif adalah melalui Pasar Kreatif Bandung, agenda tahunan yang rutin digelar sejak 2021 oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bersama Dekranasda Kota Bandung.
Pasar Kreatif Bandung menawarkan ruang dagang gratis dan publikasi optimal melalui sosial media Pemkot Bandung, sehingga selalu meraih omzet luar biasa. Pada tahun 2023, Pasar Kreatif Bandung mencatat omzet Rp9,3 miliar. Tahun ini, acara tersebut kembali digelar di 6 pusat perbelanjaan sejak 7 Juni – 21 Juli 2024, dengan omzet sementara mencapai Rp5 miliar dari tiga mal.
Para pelaku UMKM yang tergabung dalam sistem informasi Pemkot Bandung mendapatkan omzet yang melejit dengan menjalankan saran pendampingan dan pelatihan yang diberikan. Pemkot Bandung terus menggandeng pelaku usaha ekonomi kreatif dalam berbagai event besar, seperti Asia Afrika Festival, untuk mendongkrak ekonomi kota.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pelaku usaha ekonomi kreatif dalam setiap upaya pengembangan kota, termasuk event-event besar. “Kami ingin berkolaborasi, pemerintah tidak bisa apa-apa kecuali kita bersama,” kata Bambang.
sumber:detik