Kota Cimahi memasuki babak baru kepemimpinan dengan terpilihnya Ngatiyana dan Adhitia Yudisthira sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2026-2031. Dalam acara syukuran yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, pasangan ini menegaskan tekad mereka untuk membawa perubahan signifikan bagi Kota Cimahi.
Pesan Khusus dari Istana
Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman, Staf Khusus Presiden RI, hadir memberikan wejangan kepada pemimpin baru Cimahi. “Kepemimpinan bukan soal durasi, tapi dampak,” tegas Dudung, menekankan pentingnya perubahan nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar pasangan terpilih tetap mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Komitmen Pemimpin Baru
Merespons amanat tersebut, Ngatiyana menyatakan kesiapannya untuk mengabdi sepenuh hati. “Kami terbuka untuk kritik dan koreksi,” ujarnya, menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas. Sementara itu, Adhitia Yudisthira menyoroti pentingnya sinkronisasi RPJMD 2026-2031, mengajak masyarakat untuk turut mengawal proses ini.
Terpilihnya pasangan Ngatiyana-Adhitia membawa angin segar bagi Cimahi. Namun, tantangan besar menanti, terutama dalam:
Komitmen untuk membuka akses langsung bagi masyarakat ke kantor pemerintah kota merupakan langkah positif menuju tata kelola yang lebih partisipatif. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada implementasi konsisten dan dukungan aparatur pemerintah.
Masyarakat Cimahi kini menanti realisasi janji perubahan. Keberhasilan kepemimpinan baru ini akan diukur dari kemampuannya mengatasi masalah krusial kota, seperti infrastruktur, lapangan kerja, dan pelayanan publik. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, Cimahi berpeluang menjadi model kota yang dinamis dan inklusif di Jawa Barat.