BANDUNG – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta masyarakat yang mudik agar tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan. Menurutnya, hal itu penting untuk mencegah kepadatan di jalan tol maupun jalur nasional.
“Ya imbauannya sama dengan Pak Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri agar perjalanan baliknya (pemudik) itu tidak bersamaan, tapi bisa secara bergelombang sehingga kemudian jalannya juga tidak terlalu penuh,” ujar Dody saat ditemui di Kementerian PU, Jakarta pada Rabu.
Ia menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Dengan adanya kebijakan ini, pemudik diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan balik agar tidak menumpuk di satu waktu.
“Sudah dikasih kesempatan work from anywhere, jadi mestinya bisa itu diatur (rencana perjalanannya),” katanya.
Dody menilai arus mudik tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap kondisi arus balik juga bisa tetap lancar seperti saat mudik berlangsung.
“Menurut saya lebih baik dari tahun lalu. Mudah-mudahan memang seperti itu, tapi kita masih nunggu arus balik ya. Mudah-mudahan tetap selancar waktu arus mudik kemarin,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya menjaga kelancaran arus balik. Dody berharap cuaca mendukung dan masyarakat mau mengikuti imbauan agar tidak pulang bersamaan ke Jakarta sehingga jalan tol maupun jalur arteri tidak terlalu padat.
“Kita lagi berusaha tetap, mudah-mudahan cuaca juga mendukung dan teman-teman yang mudik juga berkenan menuruti imbauan pemerintah untuk tidak bersamaan baliknya ke Jakarta sehingga tidak terlalu padat kendaraan di jalan tol maupun di jalan non-tol,” kata Dody menambahkan.
Seiring berakhirnya masa libur Lebaran 2026, arus kendaraan menuju Jakarta dan kota besar lain mulai meningkat. Lonjakan mobilitas terlihat di berbagai moda transportasi, baik jalur darat, kereta api, maupun penerbangan.
Fenomena ini menandai dimulainya fase sibuk arus balik, ketika para pemudik kembali ke rutinitas setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Di jalur darat, volume kendaraan menuju Jabotabek terus bertambah. Data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat hingga Selasa (24/3) malam, ada 85.453 kendaraan keluar dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Jakarta.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda Paalo menyebutkan lonjakan kendaraan mulai terlihat sejak malam hari, terutama dari arah Jawa Tengah.
Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi titik penting arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta. Titik ini menjadi pusat pengaturan distribusi kendaraan agar perjalanan tetap terkendali.
Untuk menjaga kelancaran, pengelola tol menambah gardu transaksi dan menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) nasional serta contraflow di sejumlah titik.
Secara total, PT Jasa Marga mencatat 1,7 juta kendaraan sudah kembali ke wilayah Jabotabek dalam periode H-10 hingga H+2 Lebaran atau 11-23 Maret 2026. **