JAKARTA – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret. Berdasarkan simulasi Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan pada hari tersebut bisa menembus angka 22 juta orang.
Prediksi ini menunjukkan bahwa 18 Maret akan menjadi salah satu titik paling padat dalam periode mudik Lebaran tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pergerakan pada 16 Maret yang diperkirakan sekitar 21,2 juta orang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kepadatan arus mudik memang tidak bisa dihindari karena mayoritas masyarakat masih mengandalkan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, serta moda transportasi darat lainnya seperti bus.
Menurut Dudy, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar kepadatan tidak menimbulkan kemacetan parah. Salah satunya adalah penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diharapkan bisa mendistribusikan perjalanan masyarakat ke hari-hari lain.
Dengan adanya kebijakan tersebut, pemerintah berharap jumlah pergerakan pada 18 Maret bisa ditekan dari 22 juta menjadi sekitar 15,6 juta orang. Penurunan ini diharapkan mampu membuat arus mudik lebih terkendali.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk operator transportasi dan aparat di lapangan, agar pengaturan lalu lintas berjalan lancar.
Simulasi ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyiapkan sarana dan prasarana transportasi nasional. Dengan proyeksi yang jelas, diharapkan masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman. **