KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Mudik Lebaran 2026

KERETA Api Argo Merbabu. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat layanan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan. Layanan ini disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik masyarakat selama momentum Lebaran.

Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pengoperasian sarana tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat di periode mudik.

“Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran,” kata Franoto di Jakarta, Rabu (25/2).

KAI mulai membuka penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Tiket bisa dibeli melalui aplikasi Access by KAI maupun platform resmi lainnya.

“Kapasitas bertambah, kenyamanan meningkat, dan tarif terjangkau. Ini bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara daya angkut dan kualitas perjalanan saat permintaan Lebaran meningkat,” ujar Franoto.

Kereta Ekonomi Kerakyatan akan dirangkaikan pada KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan.

Total kapasitas kereta eksekutif mencapai 250 tempat duduk, sementara ekonomi kerakyatan menyediakan 372 kursi.

Rangkaian tersebut beroperasi pada KA 7039 Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen dengan jadwal berangkat pukul 06.00 WIB dan tiba 13.56 WIB. Sedangkan KA 7040 Tambahan Pasarsenen–Lempuyangan berangkat pukul 15.25 WIB dan tiba 22.57 WIB.

Franoto menjelaskan, sarana ini merupakan hasil modifikasi kereta ekonomi AC package generasi sebelumnya yang dikerjakan oleh Insan Balai Yasa Manggarai. Penyesuaian dilakukan pada interior dan konfigurasi kursi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan jarak jauh.

Setiap unit memiliki 93 kursi dengan formasi 3:2 yang lebih ergonomis dan lapang dibandingkan susunan lama berkapasitas 106 kursi. Kursi reversible memungkinkan arah duduk disesuaikan dengan laju kereta, sehingga menambah kenyamanan penumpang.

Dari sisi tarif, posisinya berada di atas kelas Public Service Obligation (PSO) namun tetap di bawah Ekonomi Reguler. Skema ini memberi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan harga terjangkau dengan fasilitas lebih baik dibandingkan kelas ekonomi bersubsidi.

Franoto menambahkan, optimalisasi sarana yang sudah ada menjadi bagian dari inovasi layanan untuk meningkatkan kapasitas dalam waktu singkat.

“Lebaran menuntut kesiapan menyeluruh. Melalui inovasi pada sarana yang ada, kapasitas bertambah dan kualitas perjalanan meningkat. Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan jadwal serta kelas sesuai kebutuhan,” jelas Franoto.

Dengan hadirnya Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI memperluas akses transportasi berbasis rel, mendukung kelancaran arus mudik, dan tetap menjaga keterjangkauan bagi berbagai segmen pelanggan selama Lebaran 2026. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu