BANDUNG – Masyarakat Kota Bandung kini dapat mengakses berbagai layanan publik melalui satu aplikasi terintegrasi. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung meluncurkan Halo Bandung Super App sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital pelayanan publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kehadiran Halo Bandung merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan transparansi, kemudahan akses, dan kualitas pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat di era digital.
“Pada saat yang bersamaan tentu saja Kota Bandung pun harus menghadirkan sebuah transparansi dan kemudahan akses bagi warga Bandung untuk mendapatkan layanan terbaik. Untuk itu telah hadir aplikasi Halo Bandung,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, aplikasi tersebut akan menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi dan layanan pemerintah daerah secara lebih mudah dalam satu platform yang terintegrasi.
“Melalui aplikasi ini kita dapat mengakses berbagai informasi dan layanan untuk warga Kota Bandung dalam satu platform. Halo Bandung adalah upaya untuk membangun pemerintahan yang responsif, terbuka, accountable, dan transparan,” katanya.
Farhan menuturkan, peluncuran Halo Bandung sejalan dengan visi pembangunan Bandung Utama, yakni Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis. Karena itu, setiap inovasi pelayanan publik harus berfokus pada kebutuhan masyarakat.
“Dengan semangat Kota Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis, maka kita harus selalu berorientasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui Halo Bandung, warga dapat mengakses berbagai layanan mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, pembayaran pajak dan retribusi daerah, hingga layanan pengaduan masyarakat.
Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur pemantauan CCTV kota secara real-time. Fitur ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kondisi lalu lintas maupun situasi di sejumlah titik strategis di Kota Bandung.
Farhan mengungkapkan, nama Halo Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Penamaan aplikasi tersebut mempertimbangkan nilai sejarah, filosofi, serta kekuatan komunikasi yang telah melekat di tengah masyarakat.
Nama Halo Bandung terinspirasi dari lagu perjuangan legendaris “Halo-Halo Bandung” karya Ismail Marzuki yang selama ini dikenal sebagai simbol semangat perjuangan dan kebersamaan warga Bandung.
Lagu tersebut juga memiliki kaitan erat dengan peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946 yang menjadi salah satu tonggak penting perjalanan sejarah Kota Bandung.
Selain memiliki nilai historis, kata “halo” dinilai sebagai sapaan universal yang sederhana, akrab, dan mudah diterima oleh seluruh kalangan masyarakat.
Filosofi tersebut mencerminkan komitmen Pemkot Bandung untuk selalu hadir, mendengarkan, dan melayani kebutuhan warga secara lebih dekat.
Dari sisi komunikasi publik, penggunaan nama Halo Bandung juga dianggap memiliki keunggulan karena sudah sangat familiar di telinga masyarakat. Tingginya tingkat pengenalan masyarakat terhadap nama tersebut membuat aplikasi lebih mudah diingat dan ditemukan saat warga mencari layanan digital milik Pemkot Bandung.
Peluncuran Halo Bandung menjadi salah satu tonggak penting transformasi digital di lingkungan Pemkot Bandung. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi, sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dalam mewujudkan Kota Bandung yang modern dan responsif. **