BANDUNG – Paparan gawai yang terlalu sering pada anak usia balita bisa berdampak pada tumbuh kembang mereka. Hal itu disampaikan oleh dokter anak ahli tumbuh kembang pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K).
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan, dalam praktik klinis sering ditemukan anak-anak yang mengalami masalah bicara dan kesulitan bersosialisasi akibat penggunaan gawai sejak usia dini.
“Yang sering terjadi adanya keterlambatan bicara dan kesulitan sosialisasi dengan teman sebaya,” kata dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) seperti dikutip ANTARA pada Senin (30/3).
Menurut Prof. Rini, masa balita merupakan fase penting dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berinteraksi sosial.
Pada masa ini, anak-anak seharusnya mendapatkan stimulasi berupa komunikasi dua arah yang intens bersama orang tua maupun orang-orang di sekitarnya.
Namun, kebutuhan stimulasi tersebut bisa tidak terpenuhi jika anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.
“Tidak ada stimulasi dua arah dengan penggunaan gawai. Anak hanya mengulang yang didengar, suara atau kata-katanya,” kata Prof. Rini.
Ia menambahkan, anak yang terlalu sering bermain gawai cenderung meniru kata-kata tanpa memahami konteks komunikasi, sehingga perkembangan bahasa mereka tidak optimal.
Jika kondisi ini berlangsung lama, dampaknya bisa meluas ke aspek lain, termasuk kemampuan bersosialisasi dan belajar.
“Ya bisa,” kata Prof. Rini.
IDAI sendiri mendukung penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
Aturan tersebut membatasi anak di bawah usia 16 tahun untuk mengakses platform digital yang dianggap berisiko tinggi.
Mulai 28 Maret 2026, akun anak di bawah 16 tahun di sejumlah platform seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X, Bigolive, dan Roblox wajib dinonaktifkan.
Langkah ini diambil pemerintah untuk melindungi anak dari paparan konten maupun interaksi digital yang tidak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. **