DPRD Jabar Desak Pemkot Bandung Transparan Soal Pengelola Baru Bandung Zoo

WAKIL Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menekankan agar Pemerintah Kota Bandung bersikap terbuka dalam proses penentuan pengelola baru Kebun Binatang Bandung. Ia menyebutkan, mekanisme lelang yang dijadwalkan pertengahan April 2026 harus dilakukan secara transparan.

Ono menuturkan, proses pemilihan pengelola tidak boleh tertutup. Menurutnya, pemerintah provinsi, kementerian terkait, hingga DPRD harus ikut dilibatkan agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan.

“Terkait penentuan pengelola, kewenangan ada pada Wali Kota Bandung Pak Farhan. Kami juga meminta BBKSDA Jawa Barat serta Kementerian Kehutanan untuk melakukan pendampingan dalam menentukan badan usaha yang layak mengelola Kebun Binatang Bandung,” kata Ono di Bandung, Selasa.

Ia mengingatkan, masa nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan Pemkot Bandung akan berakhir pada 6 Mei 2026. Karena itu, langkah cepat harus segera diambil agar pengelolaan kebun binatang tidak terhenti.

Ono juga mengusulkan adanya rencana jangka pendek selama enam bulan. Hal ini penting karena proses perizinan pengelola baru diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan.

“April ini menjadi momentum penentuan. Kami mendorong untuk segera duduk bersama menghitung kebutuhan, pembiayaan, serta langkah strategis ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, meski izin lembaga konservasi dari pengelola lama sudah dicabut, tanggung jawab utama tetap berada di tangan Pemkot Bandung.

Namun, ia memastikan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Kehutanan, dan DPRD akan terus diberikan agar pengelolaan kebun binatang berjalan maksimal.

Untuk urusan kesehatan satwa, pemerintah provinsi disebut akan melibatkan Rumah Sakit Hewan Cikole. Pemeriksaan rutin minimal dua kali sepekan akan dilakukan demi menjaga kondisi hewan tetap sehat.

Lebih jauh, Ono menekankan bahwa penyelamatan satwa harus menjadi prioritas utama di tengah berbagai persoalan yang melanda pengelolaan Bandung Zoo.

Ia pun menyoroti kasus kematian dua anak harimau Benggala berusia dua bulan, Huru dan Hara. Menurutnya, hal itu menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar segera bertindak.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Kita semua harus memastikan hewan-hewan di Bandung Zoo mendapatkan perawatan yang layak,” katanya. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu