JAKARTA – Samsung lagi-lagi bikin gebrakan. Tahun 2025, tingkat penggunaan fitur kecerdasan buatan (Galaxy AI) di perangkat unggulannya melonjak jadi 86,9 persen, naik dari 71,6 persen di tahun sebelumnya.
Artinya, hampir 9 dari 10 pengguna flagship Samsung sekarang udah mengandalkan AI dalam rutinitas digital mereka.
“Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9 persen menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna,” kata MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (18/2).
Ilham menjelaskan, Galaxy AI jadi alat bantu buat banyak hal: cari informasi, olah konten visual, sampai dukung proses kreatif dan pengambilan keputusan biar lebih cepat dan efisien.
Frekuensi penggunaan fitur Galaxy AI juga nunjukkin gimana pengguna makin mengandalkan AI buat kepraktisan dan kreativitas.
Contohnya, fitur Circle to Search with Google dipakai sampai 76 persen. Fitur ini bikin pengguna bisa cari info langsung dari apa yang mereka lihat di layar tanpa ribet buka aplikasi lain.
Ada juga Photo Assist dan Generative Edit yang sering dipakai buat nyempurnain foto dan konten visual. Editing jadi gampang, hasilnya tetap kece tanpa ribet.
“Hal ini menjadi dasar bagi Samsung untuk menghadirkan inovasi Galaxy AI yang semakin relevan di tahun 2026,” kata Ilham.
Selain buat hiburan, Galaxy AI juga bantu produktivitas. Fitur Live Translate & Interpreter bikin percakapan lintas bahasa jadi gampang dengan terjemahan real-time langsung di perangkat. Cocok banget buat meeting internasional atau ngobrol sama klien asing.
Fitur Transcript Assist juga keren. Rapat bisa direkam, lalu otomatis diubah jadi teks lengkap dengan pemisahan suara antar pembicara dan ringkasan poin penting. Catatan rapat jadi lebih cepat dan akurat.
Ada juga Now Brief yang bikin aktivitas harian lebih terstruktur. Jadwal, pengingat, dan info relevan ditampilkan dalam satu tampilan singkat. Jadi nggak perlu buka banyak aplikasi buat tahu agenda harian.
Di sisi kreativitas, Galaxy AI hadir buat ngurangin hambatan teknis. Pengguna bisa wujudkan ide jadi konten visual dan audio berkualitas tanpa harus jago teknis atau punya perangkat tambahan.
Fitur Photo Assist bisa otomatis perbaiki kualitas gambar, atur komposisi, dan tingkatkan detail biar hasil foto siap dipakai.
Sementara Generative Edit bikin pengguna bisa modifikasi elemen foto, misalnya pindahin objek atau nyempurnain background dengan hasil tetap natural.
Buat video, ada Audio Eraser yang bisa pisahin suara utama dari kebisingan latar. Jadi rekaman tetap jernih meski di tempat ramai, tanpa perlu alat tambahan.