Dana THR Bisa Jadi Senjata Ampuh Lunasi Utang, Begini Tipsnya

ILUSTRASI Tunjangan Hari Raya (THR). (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA  – THR alias Tunjangan Hari Raya memang selalu ditunggu-tunggu. Selain buat belanja kebutuhan Lebaran, ternyata dana ini juga bisa dipakai untuk hal yang lebih serius: melunasi utang. Tapi, menurut perencana keuangan Rista Zwestika CFP WMI, ada trik khusus biar penggunaannya tetap aman.

“Saya biasanya menggunakan pendekatan sederhana. Utang mahal vs utang terkelola,” kata Rista seoerti dikutip dari ANTARA pada Jumat (6/3).

Ia menjelaskan, utang mahal seperti kartu kredit, paylater, atau pinjaman konsumtif dengan bunga tinggi harus jadi prioritas utama untuk dilunasi.

“Utang mahal seperti kartu kredit, paylater, pinjaman konsumtif bunga tinggi, sebaiknya dilunasi terlebih dahulu,” katanya.

Rista menekankan, jenis utang ini bisa bikin keuangan makin berat kalau nggak segera dibereskan. Jadi, lebih baik diprioritaskan dulu.

Sementara itu, utang terkelola seperti KPR atau pinjaman berbunga rendah yang nggak harus segera dibayar, menurut Rista, nggak wajib dilunasi pakai THR.

“Tidak selalu harus dilunasi dengan THR. Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, menjaga likuiditas juga penting. Karena itu saya sering menyampaikan prinsip, ‘Jangan sampai bebas utang, tapi kehabisan uang’,” katanya.

Ia juga mengingatkan, di tengah kondisi ekonomi yang belum pasti, sebagian dana THR sebaiknya disisihkan sebagai cadangan tunai. Jadi ada pegangan kalau tiba-tiba butuh.

Sebagai informasi, pemerintah sudah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang pelaksanaan pemberian THR keagamaan tahun 2026 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, pemberian THR keagamaan kepada pekerja/buruh adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengusaha. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu