Boroujerdi: Negosiasi Iran-AS Terganggu Serangan, Bukan Gagal

DUTABesar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi oleh Oman tidak bisa disebut sebagai kegagalan.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3), menanggapi sikap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang sebelumnya menyebut perundingan AS-Iran gagal sehingga memicu eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

“Saya rasa negosiasi tidak mencapai kegagalan, tetapi yang terjadi pada kenyataannya adalah sebuah pihak pada saat sedang bernegosiasi dengan pihak lain, tiba-tiba menyerang negara tersebut, ini adalah kondisinya,” ujar Dubes Boroujerdi.

Meski demikian, Boroujerdi tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indonesia atas pernyataan resmi terkait serangan AS dan Israel terhadap Iran.

“Namun, kami berharap kepada semua negara di dunia secara tegas dapat mengutuk serangan terhadap Iran,” tegasnya.

Pada Sabtu (28/2), Kemlu RI mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan AS dan Israel ke Iran. Dalam pernyataan itu, Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan AS-Iran yang berimbas pada meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.

Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri, mengutamakan dialog, serta diplomasi. Bahkan, Indonesia menyatakan siap memfasilitasi dialog antara kedua negara.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” bunyi pernyataan Kemlu RI tersebut.

Sehari sebelumnya, Jumat (27/2), Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Al-Busaidi, menyebut perundingan nuklir AS-Iran telah menghasilkan kesepakatan terkait kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya. Stok uranium akan dikurangi hingga level terendah dan dikonversi menjadi bahan bakar permanen di bawah pengawasan penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

AS dan Iran diketahui sudah menjalani tiga putaran perundingan nuklir secara tidak langsung dengan mediasi Oman.

Putaran pertama dan kedua berlangsung awal Februari di Muscat dan Jenewa, membahas pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. Sementara putaran ketiga digelar Kamis (26/2) di Jenewa. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu