Baznas Luncurkan “Santri Memberdayakan Desa” di 26 titik selama Ramadhan

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberdayakan para santri dalam rangka menciptakan ekonomi desa yang berkelanjutan melalui Program Santri Memberdayakan Desa. (Foto/ANTARA)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan program inovatif menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Program bertajuk “Santri Memberdayakan Desa” ini dirancang untuk menggabungkan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda.

Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan ke 26 lokasi di 8 provinsi, mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif,” kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Jumat (20/2).

Saidah menegaskan program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan melalui sentuhan nilai-nilai religi.

Ia menilai santri dipilih sebagai penggerak karena potensi mereka sebagai agen perubahan. Santri tingkat akhir atau alumni pondok pesantren berusia 17–22 tahun diharapkan menjadi mentor religi yang mengisi pengajian, kultum subuh, dan literasi keagamaan bagi warga desa.

“Ini adalah laboratorium nyata bagi santri milenial untuk belajar langsung bagaimana mengelola usaha pertanian dan peternakan di lapangan,” ujarnya.

Dalam program ini, para santri juga akan menyerap ilmu praktis dengan belajar tata kelola agribisnis dan UMKM secara langsung di 26 lokasi. “Lokasi-lokasi ini dipilih secara khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil, sehingga layak menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri,” lanjutnya.

Selama dua pekan, satu kelompok santri beranggotakan tiga orang akan menjalani metode live in atau tinggal bersama kelompok binaan Baznas. Mereka akan mendampingi petani lumbung pangan, pelaku UMKM, hingga peternak di Balai Ternak Baznas.

Melalui program ini, Baznas berharap lahir generasi baru santripreneur yang tidak hanya mahir membaca kitab, tetapi juga piawai mengelola lumbung pangan dan ternak.

Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadhan yang lebih bermakna, sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi mustahik melalui pendampingan yang lebih humanis dan religius. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu