AWKI Ingatkan Dampak Konflik AS-Israel ke Iran, Haji dan Umrah Bisa Tertunda

JEMAAH sedang melaksanakan ibadah haji, (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) mengingatkan pemerintah mengenai potensi dampak dari serangan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Salah satu yang dikhawatirkan adalah terganggunya penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun ini.

“Mungkin keberangkatan umrah dan haji bisa tertunda, dan itu akan membawa dampak atau akibat kepada pemerintah,” kata Dewan Pembina AWKI Yudhiawan Wibisono dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/3).

Yudhiawan menambahkan, konflik tersebut tidak hanya berpengaruh pada ibadah, tetapi juga bisa menekan perekonomian nasional. Menurutnya, peperangan selalu membawa kerugian besar, baik berupa nyawa maupun harta benda.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menegaskan, Indonesia sebagai bangsa cinta damai menolak segala bentuk peperangan.

Sementara itu, Dewan Pembina AWKI lainnya, Mayjen TNI (Purn) Rido Hermawan, menyoroti dampak serangan AS-Israel terhadap jalur energi dunia, yakni Selat Hormuz.

“Kita tahu semua bahwa pada saat ini yang namanya Selat Hormuz itu kan sekarang diblok, dikuasai oleh Iran,” ujarnya.

Rido menjelaskan, hampir 20 persen perputaran gas alam cair dan minyak dunia melewati jalur tersebut. Kondisi ini bisa memengaruhi sektor energi nasional, termasuk harga bahan bakar minyak di dalam negeri.

“Itu juga akan berpengaruh terhadap kita, terutama masalah di sektor energi,” katanya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat program penghematan energi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Di sisi lain, Ketua Umum AWKI Robertus Rani Lopiga Taher menekankan pentingnya penguatan ideologi Pancasila di tengah masyarakat, termasuk bagi pengemudi ojek online.

“Ya, tadi kita sampaikan bahwa Pancasila itu harus selalu ada. Bagaimana pun Pancasila harus melekat kepada kita semua,” ujarnya.

Diketahui, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Presiden AS Donald Trump dalam kesempatan berbeda menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.

Salah satu serangan berupa tujuh roket menghantam Teheran, bahkan dekat dengan kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan roket ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut Presiden Prabowo Subianto siap berangkat ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi aman.

Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei dalam serangan tersebut. Iran pun menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama sepekan. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu