Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran, Siapkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng

KETERSEDIAAN pangan di pasar. (Foto/Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi agar harga pangan tetap stabil seminggu sebelum hingga seminggu setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat pasokan dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kita lihat beberapa tahun terakhir, kalau kondisi di bulan Ramadan itu minus satu minggu dan plus satu minggu biasanya ada fluktuasi. Jadi seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran pemerintah akan mengantisipasinya,” kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/3).

Sarwo menyebut tren naik turunnya harga pangan menjelang Lebaran selalu berulang setiap tahun. Karena itu, pemerintah sudah menyiapkan program intervensi pangan sejak dini agar dampaknya bisa ditekan.

Ia menegaskan, produksi pangan dalam negeri tetap menjadi andalan utama. Selain itu, program intervensi yang langsung menyasar masyarakat akan dijalankan secara masif.

“Hal pertama yang dipastikan pemerintah adalah pemenuhan dari produksi dalam negeri. Kita lihat produksi dalam negeri masih sangat cukup. Sebagian besar ketersediaan pangan pokok strategis kita dapat dipenuhi dari hasil kerja keras petani-petani Indonesia sendiri,” ujarnya.

Bapanas mencatat, hingga akhir April stok beras nasional diperkirakan surplus 17,2 juta ton. Jagung surplus 4,8 juta ton, minyak goreng 3,5 juta ton, daging ayam 727 ribu ton, gula konsumsi 595 ribu ton, dan telur ayam 349 ribu ton.

Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit surplus 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan bawang merah 57 ribu ton. Semua kebutuhan tersebut dipasok dari produksi lokal.

Selain memastikan produksi cukup, pemerintah juga menyiapkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Penugasan ini diberikan kepada Perum Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat.

Sarwo menjelaskan, Bapanas sudah meminta dukungan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah hingga perangkat desa ikut mengawal penyaluran bantuan pangan agar tepat sasaran.

“Kami juga sudah berkirim surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk ikut mengawal bantuan pangan ini sampai ke tingkat desa. Artinya perangkat-perangkat desa pun ikut mengawal bantuan ini supaya tepat sasaran,” ujarnya.

Program bantuan pangan beras dan minyak goreng ini dialokasikan untuk Februari dan Maret 2026. Setelah anggaran tersedia di akhir Februari, Bulog diminta segera menyalurkan bantuan tersebut.

Target program ini adalah 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa lebih terbantu.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan persiapan sudah rampung.

“Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara-saudara kita di bulan suci Ramadan. Pokoknya sudah beres. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh tinggal bermalam di meja saya,” kata Amran.

Dengan target 33.244.408 KPM, Bulog akan menyalurkan 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng untuk dua bulan sekaligus.

Dalam catatan Bapanas, hingga 5 Maret stok Bulog mencapai 3,7 juta ton beras dan 25 ribu kiloliter minyak goreng. Pemerintah optimistis pasokan pangan nasional tetap aman dan masyarakat bisa menjalani Ramadan serta Idul Fitri dengan tenang. **

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukainya
930 x 180 AD PLACEMENT

Beritanya Orang Bandung

Menu