JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, tercatat menguat 56 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.744 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp16.800 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penguatan rupiah kali ini dipicu oleh sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegaskan komitmennya mempertahankan kebijakan tarif.
“Penguatan ini terkait erat dengan penegasan kembali komitmen Trump untuk mempertahankan kebijakan tarif, yang meningkatkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan perdagangan AS di masa depan dan meredam permintaan terhadap dolar AS,” ucapnya dikutip dari ANTARA di Jakarta, Kamis (26/2).
Trump disebut tidak memberikan sinyal adanya pelonggaran kebijakan tarif. Ia justru menegaskan keyakinannya bahwa mitra asing akan tetap mematuhi perjanjian perdagangan yang berlaku, bahkan mengindikasikan tarif bisa berfungsi sebagai pengganti pajak penghasilan.
Seperti diketahui, AS mulai menerapkan tarif global sementara sebesar 10 persen. Gedung Putih bahkan dilaporkan berupaya menaikkan tarif tersebut menjadi 15 persen, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan langkah tarif resiprokal Trump.
Dalam pernyataannya di hadapan Kongres AS, Trump menegaskan hampir semua negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang sudah dibuat sebelum keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif dikeluarkan.
“Pernyataan tersebut mendorong investor untuk mengalihkan aset berdenominasi dolar AS,” ungkap Josua.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diproyeksikan akan bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS. **